Hendrick – Risa Saraswati

Jpeg

Judul: Hendrick

Penulis: Risa Saraswati

Tahun terbit: 2016

Penerbit: Bukune

ISBN:978-602-220-201-1

Jumlah halaman: 246 hal.

***

BLURB

Namaku Risa, dan aku bisa melihat “mereka” yang biasa kalian sebut hantu.

Hendrick adalah satu di antara lima sahabat hantu Belanda yang beberapa belas tahun belakangan ini sibuk mengerecoki hidupku.

Ini adalah kisahnya. Namun, bukan cerita tentang caranya menakuti manusia, bukan pula curhatnya tentang kehidupan setelah mati. Ini tentang lorong waktu, ketika aku memaksanya untuk menunjukkan masa hidupnya dulu.

Awalnya, dia enggan mempersilakanku masuk. Aku tak memaksa, jika dia tak mau, ya sudahlah. Memang di antara yang lain, Hendrick adalah anak yang paling misterius. Selalu menghindar jika ditanya tentang masa lalunya.

Namun, tiba-tiba dia datang dan terus bercerita.

Cerita demi cerita tentang dirinya, sang mama, dan sang papa, terus bergulir. Semua membawaku ke satu titik. Sampai tak tahan lagi untuk terus menulis.

Ternyata, kisahnya jauh lebih buruk daripada yang kuduga…

PROLOG REVIEWER

Awal mulanya, aku tertarik untuk membaca buku Gerbang Dialog Danur. Namun, karena ada beberapa list buku lain yang ingin kubaca, menjadi menggeser posisi reading list buku tersebut. Sapai akhirnya, Danur diadaptasi menjadi sebuah film dan aku mulai kesulitan untuk mencari bukunya di pasaran. Lalu, aku bertekad untuk paling tidak membaca buku-buku karya Risa Saraswati tentang kelima “sahabat kecilnnya” itu. Dan, buku Hendrick inilah yang kupilih, mengingat buku Peter juga mulai susah untuk didapatkan di pasaran.

Agak ragu sih, saat aku akan mulai membacanya. Namun, perlahan rasa ragu (dan takut) itu tergeser dengan kisah hidup Hendrick yang dibawakan Risa di dalam buku ini. Kisah khas anak zaman Belanda yang menjalani kehidupan.

REVIEW BUKU

Hendrick Konnings merupakan anak kedua dari pasangan Nina dan Jeremy Konnings. Mereka bertiga tinggal di Kota Bandoeng dan menjalani kehidupan layaknya seorang Belanda lainnya, dengan banyak pelayan dari kaum pribumi di rumah mereka.

Hendrick kecil anaknya tampan dan ceria, makanya banyak anak perempuan di sekolahnya yang begitu memuja dirinya. Hal tersebut membuat Hendrick sering kali berbangga dengan ketampanan dan kepintarannya.

Kemudian, Hendrick dipertemukan dengan Hans secara tidak sengaja. Pertemuan pertama mereka melalui tangga belakang rumah Hendrick membuat kedua bocah itu menjadi sahabat dekat. Hidup Hendrick pun seakan sempurna. Mama dan Papa yang begitu menyayanginya, sahabat yang jago membuat kue serta oma Hans yang tak kalah sayang padanya.

Namun, hidup Hendrick mulai berubah ketika Helena datang ke kehidupan Konnings kecil itu. Helena yang tampak sempurna, langsung mendapat tempat di keluarga Konnings. Sejak saat itulah hidup Hendrick jadi berdinamika. Sampai akhirnya ia jatuh sakit dan sang mama jadi depresi hingga bocah kecil itu menjemput maut.

Membaca buku membuatku jadi paham mengapa berlebihan dalam mencintai sesuatu itu nggak baik. Mama Hendrick contohnya. Ia begitu mencintai Papa Hendrick, hingga akhirnya mautlah yang membuat rasa cinta itu menjadi depresi dan rasa benci.

Dari buku ini pula aku sadar, bahwa walaupun kecil, tapi cinta seorang anak ke orangtuanya memanglah nggak ada batasnya.

Hendrick, semoga kamu kelak bisa dipertemukan dengan Mama, Papa dan Angeline-mu di tempat yang lebih baik ya!

REKOMENDASI

Buat kamu yang mengikuti kisah Risa dan kelima sahabatnya, wajib banget membaca buku ini. Kamu akan sedikit lebih jauh mengenal kehidupan Hendrick di masa lalu.

Buat kamu yang penasaran (seperti saya) padahal belum pernah membaca kisah-kisah yang sebelumnya, nggak ada salahnya untuk menikmati buku ini sebagai pembuka.

Tiga dari lima bintang aku berikan untuk buku ini.

Selamat membaca ya! Semoga review ini bermanfaat untuk kamu semua.

Love,

Arintya

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s