Seoulmate

arintya_seoulmate

Judul: Seoulmate

Penulis: Lia Indra Andriana

Penerbit: Haru

Tahun: 2016

ISBN: 978-602-638-309-9

Jumlah halaman: 320

***

“Hantu juga punya perasaan seperti manusia.”

***

Blurb

Sun benci kemampuannya untuk melihat hantu, tapi demi bisa bertemu lagi dengan orang yang sudah lama dicarinya, Sun terpaksa bergabung dengan Seoulmate, organisasi yang ‘menjodohkan’ manusia dengan hantu untuk menolong klien-klien mereka. Sialnya, partner Sun adalah si hantu amnesia yang suka memaksa Sun mencarikan masa lalunya.

Saat Sun mulai marasa nyaman dengan partner dan pekerjaannya, sesuatu di luar dugaan pun terjadi.

***

Seoulmate

Organisasi ini mempunyai tujuan untuk membantu manusia dan hantu. Para soul adalah jiwa yang gentayangan karena urusan mereka di bumi belum selesai. Ucapan yang belum dikatakan, perbuatan yang belum dilakukan, penyesalan yang kadang terlambat…para soul masih ada di bumi karena alasan-alasan semacam itu.

Anggota Seoulmate

Organisai nyentrik ini beranggotakan Siwon, co-founder sekaligus mate senior. Lalu ada Minho, hantu berbadan besar dan memiliki potongan rambut bak seorang tentara. Kemudian Betty, hantu wanita setengah baya yang beraksen Amerika. Narae, si hantu yang paling cantik di antara mereka, serta seorang hantu berhoodie hitam yang lupa akan masa lalunya—Jang. Si Kembar Lee Joon dan Lee Miju sebagai mate. Sedangkan Kim Sun, anggota baru yang juga berprofesi sebagai mate.

Cara Kerja Seoulmate

Seoulmate bekerja berdasarkan proposal dari klien. Tiap-tiap proposal memiliki label yang berbeda. Label A untuk proposal Action, label D untuk Drama dan label R untuk Romance. Mate (manusia) dan soul (hantu) haruslah bekerjasama demi suksesnya proposal yang diminta klien.

Review

Membaca novel ini mengingatkan saya dengan sebuah drama Let’s Fight Ghost yang disiarkan oleh TV-N tahun 2016. Ceritanya tentang seorang pemuda yang bisa melihat hantu kemudian bergabung dengan Sundae, ekskul kampus khusus untuk berburu hantu. Di sana, Taecyeon, bertemu dengan Kim Soohyun yang merupakan hantu amnesia, lupa mengapa ia bisa mati. Ia kemudian menempel pada Taecyeon dan memintanya agar membantunya untuk mengingat masa lalunya.

Kembali ke Seoulmate, Kim Sun, dipasangkan dengan hantu amnesia yang akhirnya diberi nama Jang. Hantu yang ternyata menyebalkan dan banyak maunya itu ternyata membantu Sun dalam menjalani hari-harinya di Seoulmate. Mereka berdua awalnya tidalah kompak, namun lama-lama mereka bisa kompak dan menyelesaikan beberapa proposal dengan baik.

Imajinasi saya mengatakan bahwa jika Seoulmate ini dijadikan sebuah drama, saya akan memilih Park Shinhye dan Jang Geunseok untuk memerankan Sun dan Jang. Saya masih terbayang serunya hubungan mereka di drama You’re Beautiful. Hihihi drama jadul ya!

Bahasa yang digunakan penulis mempermudah saya untuk membaca lembar demi lembar Seoulmate dengan cepat. Tidak lebih dari dua hari saya berhasil menamatkan Seoulmate ini. Romansa magis dan keseruan tiap proposal bahkan masih kebayang sampai sekarang.

Satu proposal yang ditangani Sun dan Jang yang paling saya suka adalah saat menemani seorang gadis yang kesepian di hari ulang tahunnya. Oh, andaikan benar-benar ada Seoulmate ini di dunia nyata, saya bakalan order Jang dan Sun sebagai teman hangout saya. Hihihi sepertinya bakalan seru.

Secara smooth, penulis menyisipkan kisah cinta di dalam Seoulmate. Kisah cinta antara hantu yang sebenarnya adalah jiwa yang keluar dari tubuhnya karena sedang koma dengan manusia yang lelah menunggu seseorang di sana. Saya kembali teringat dengan kisah drama Let’s Fight Ghost yang ternyata jiwa dari tubuh yang koma juga. Duh, kebetulan yang menyenangkan!

Yang saya suka dari Seoulmate

Don’t judge book by it’s cover. Sorry, but I do! Begitu membuka sampul plastiknya, aduuhh….kertas yang digunakan sebagai cover sungguh spesial. Tekstur kertas yang tidak licin dan saya suka! Gambar anime (atau manga ya?) seorang gadis berambut panjang sebahu dan seorang pemuda berhoodie hitam juga lucu! Di tambah lagi pada cover belakang, gambarnya lucu banget!

Hal kedua yang saya suka dari Seoulmate adalah idenya tentang organisasi antara hantu dan manusia. Seandainya di dunia nyata ada hal semacam itu ya? Bakalan asyik!

Tapi ada yang perlu diperhatikan nih

Typo. Udah hanya itu aja. Beberapa typo bertebaran dan membuat saya agak kurang nyaman. Ada beberapa yang kurang tanda baca seperti yang saya temukan di halaman 60 dan 65. Untuk masalah typo memang hanya typotypo kecil sih tapi akan lebih bagus jika bebas dari typo kan? Hihi.

Saya menemukan beberapa typo, salah satunya pada halaman 70 baris ke-6 dari bawah. Di sana tertulis “memelesatkan”. Setahu saya yang benar adalah “melesatkan”.

Kemudian ada beberapa kata yang penulisannya membuat saya bingung, yaitu “mengiakan” dan “orangtua”. Apakah yang benar “mengiakan” atau “mengiyakan” mengingat kata dasarnya “iya”.

Sedangkan untuk kata “orangtua” penulisannya digabung atau dipisah, mengingat di dalam buku terdapat sedikit ketidakkonsistenan, Karena pada halaman 81 baris 8 dari bawah tertulis “orangtua” sedangkan pada halaman 82 line 8 dari bawah tertulis “orang tua”.

Rekomendasi

Bagi kamu yang doyan menonton drama korea, wajib banget nih membaca novel yang satu ini. Imajinasi kamu akan dimanja dengan kisah Sun dan seisi Seoulmate lainnya. Selain itu, kamu juga bakalan mendapat pengetahuan tentang Korea Selatan. Seperti tempat-tempat asyik di sana, ada Insadong, Myeondong, Namdaemun, hingga Nami Island yang terkenal dengan drama Winter Sonata-nya.

Rate

Saya memberikan 2.5 bintang untuk novel ini. Saya bulatkan jadi 3 bintang karena covernya yang unyu dan ide cerita yang “berbeda”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s