[Teenlit] Victory

victory

Judul: Victory

Penulis: Luna Torashyngu

Penerbit: Gramedia

Tahun: 2013 (Cetakan ketujuh)

ISBN: 978-979-22-98000

Jumlah halaman: 290 halaman

Desain cover: Luna Torashyngu

***

Blurb

Benarkah tinggal serumah dengan saudara tiri sangat nggak menyenangkan? Kalau pertanyaan itu diajukan pada Raka, dia pasti setuju. Paling nggak, itulah yang dia alami ketika harus tinggal dengan Oti, adik tirinya yang tomboy abis. Tingkah lau Oti sering bikin Raka keki.

Apa benar Oti bandel dan susah diatur? Dia memang cablak, tukang perintah, dan sok jagoan. Pokoknya ngga cewek banget deh. Tapi Oti berani membela teman sesame kelas 1 SMA yang digencet kakak kelasnya. Dia juga rela berantem melawan preman yang mengancam teman-temannya.

Perlahan, perasaan Raka kok mulai beda ya? Orang bilang benci itu awal cinta. Tapi, apakah hal ini berlaku untuk Raka? Oti kan adiknya, walau cuma adik tiri.

***

Victory, atau yang akrab dipanggil Oti, memilih untuk tinggal di Bandung dan melanjutkan sekolahnya di sana. Ia tinggal dengan Raka dan Ai, dua saudara tiri yang sudah lama tinggal terpisah dari dirinya.

Kedatangan Oti di rumah Raka dan Ai, membawa sedikit banyak perubahan. Ai merasa senang, mengingat ia selama ini kesepian karena Raka yang sibuk dengan sekolah dan kegiatan siaran radionya. Berbanding terbalik dengan Raka, ia justru merasa kedatangan Oti bagaikan bencana. Pasalnya, gadis yang jago karate itu merecoki Raka dalam banyak hal. Dari CD player hingga masalah kamar yang terlalu sempit sehingga Raka mau tidak mau harus bertukar kamar dengan adik tirinya itu.

Oti memang berbeda dengan gadis remaja seusianya. Selain tomboy dan jago karate, ia juga nggak suka melihat teman-temannya digencet oleh kakak kelas. Ia bahkan menantang kakak kelasnya yang terkenal “waw”—Revi, hingga ia terpaksa harus mengikuti Kontes Pemilihan Putri SMA se-Indonesia. Tapi, tantangan tersebut justru berbuah manis. Ia berhasil membuat seisi sekolah berdecak kagum karena berhasil berdamai dengan Revi, bahkan berteman baik dengannya.

Selain itu, Oti juga dapat gebetan kakak kelas bernama Bayu, yang diam-diam menyukainya. Dunia Oti lalu perlahan berubah, sejak ia dan Raka menjadi akrab dan sering menghabiskan waktu bersama.

Begitu pula dengan Raka. Penyiar freelance  itu pun merasakan hal yang sama. Hubungannya dengan Oti akhir-akhir ini menjadi berbeda. Bukan layaknya hubungan adik-kakak seperti yang ia rasakan dengan Ai, adik kandungnya.

Kemudian Oti dan Raka sadar, bahwa selama ini merasa telah jatuh cinta.

Tentu saja bukan hal yang lazim adik-kakak terlibat dalam hubungan asmara, namun mereka berdua berkilah bahwa Oti hanyalah adik tiri Raka. Sehingga mereka memutuskan untuk backstreet. Tapi sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Hubungan Oti-Raka perlahan-lahan terungkap. Yang pertama mengetahuinya adalah Ai, di luar dugaan malah menyetujui hubungan tersebut. Namun sang ayah, menolak mentah-mentah hubungan asmara dalam keluarga. Ayah Raka bahkan memukuli Raka dan meminta Oti untuk pindah ke London, agar Oti dan Raka tidak lagi berhubungan.

Nggak berhenti sampai di situ saja, bencana seakan datang bertubi-tubi pada hubungan Oti-Raka, hingga mereka sudah duduk di bangku kuliah. Beberapa tahun kemudian Oti pulang ke Indonesia, dengan perasaan yang entah bagaimana sama Raka. Raka pun juga demikian. Ia tidak tahan berpacaran dengan orang selain Oti.

Sampai pada suatu titik, sebuah kecelakaan yang disengaja membuka sebuah fakta, bahwa keduanya memang layak saling cinta.

***

Sudah lama saya nggak baca teenlit. Novel Victory ini menjadi novel teenlit pembuka di tahun 2017 ini. Dengan gaya khas anak remaja yang gado-gado, novel ini membawa saya menyelami kehidupan anak SMA yang kental dengan romansa kakak kelas, digencet kakak kelas hingga kegiatan seperti MOS dan kegiatan super sibuk lainnya.

Saya jadi agak menyesal, karena dulu pas SMA nggak sibuk-sibuk amat. Hanya bergabung dalam ekskul jurnalistik aja, dan ikut les beberapa mata pelajaran. Jadi nggak begitu akrab dengan kakak kelas seperti Bayu dan Revi.

Agak kikuk sih waktu awal-awal baca, mengingat bahasa khas anak SMA yang “campur-campur” ini itu hihi. Tapi nggak papa, dengan baca novel remaja ini membuat saya percaya bahwa saya masih berjiwa muda hehe.

Konflik keluarga yang dialami Raka dan Oti membuat saya sadar bahwa nggak selamanya korban broken home itu akan terpuruk. Raka buktinya, ia mampu kembali bangkit dengan Ai, mesti masih ada sisa-sisa pertanyaan mengapa dulu ayahnya meninggalkan ibunya dan memilih ibu Oti. Dari sosok Raka juga saya belajar, bahwa ikhlas mungkin menjadi salah satu pilihan apabila kenyataan tidak sebagus harapan.

Selain konflik keluarga dan asmara, ada konflik-konflik minor yang menyertai kisah Oti. Beberapa ada yang bikin bete, seperti konflik dengan Revi. Beberapa juga ada yang terlalu dipaksakan, salah satunya pada saat Oti mengalami kecelakaan. Selain patah tulang, ginjal Oti juga pecah serta ia mengalami kelumpuhan. Agak too much sih menurut saya.

Oh iya, salah satu mengapa saya milih novel Victory untuk saya baca adalah karena nama Raka di dalamnya. Saya termasuk ke dalam orang-orang yang menyukai sebuah nama, dan Raka menjadi nama favorit saya. Saya bahkan telah memilih nama tersebut untuk calon jagoan saya kelak hehehe.

Last, bagi kamu yang doyan melahap genre teenlit, kayaknya sayang kalau kamu melewatkan novel Victory ini. Bagi kamu yang udah nggak teen lagi (seperti saya lol) coba deh baca novel ini, bisa sekalian nostalgia masa-masa SMA!

Rate: 2/5

 

Selamat membaca!

Arintya

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s