Hibiscus – Samaran, Misteri, dan Balas Dendam

18941615

Judul: Hibiscus – Samaran, Misteri, dan Balas Dendam

Penulis: Agnes Arina

Tahun: 2013

Penerbit: Bentang Pustaka

ISBN: 978-602-788-887-6

Jumlah halaman: 235

***

“Berita kematian Monsieur Villeneuve bahkan sudah tersiar di Prancis. Jumlah calon tau tentu menurun.”-hal. 97

*** 

Bali gempar! Kasus pembunuhan pria tua gendut asal Prancis belum juga terungkap siapa pelaunya. Bagas yang menyamar sebagai pemandu wisata pun terpaksa dobel pekerjaan, selan harus menyelidiki kasus penyelundupan kayu. Instingnya sebagai detektif keluar begitu melihat kejanggalan pada Pierre Villeneuve. Mayat Pierre yang tewas akibat luka tusuk itu menggenggam setangkai bunga kembang sepatu-salah satu bunga dari family Hibiscus.

***

Membaca novel ini seakan diajak bernapas dengan cepat, karena tiap detik berharga bagi Detektif Bagaskara untuk mengungkap kasus pembunuhan itu.

Latar khas Bali yang kental juga menambah kesan magis serta rasa deg-degan. Baru kali ini saya membaca novel detektif dengan latar Indonesia, khususnya Bali. Tidak bisa dipungkiri, begitu tahu bahwa novel ini kental dengan kisah detektif, terbesit di benak saya akan kisah detektif tersohor yang sampai sekarang masih menjadi idola, Sherlock Holmes. Namun, kisah setangkai bunga kembang sepatu dan Detektif Bagaskara mempunyai cita rasa tersendiri yang membuatnya berbeda.

Novel ini banyak ditaburi dengan dialog berbahasa Prancis dan bahasa Bali. Beberapa footnote membantu saya dalam memahami apa maksudnya. Tidak jarang, penulis menyisipkan maksud dari dialog berbahasa asing itu dalam dialog tokoh lain. Whatta good idea! Mata saya nggak melulu naik turun untuk ke footnote. 

Belum usai dengan kasus Pierre, Detektif Bagaskara kembali mendapat “kejutan” dengan terbunuhnya Pauline Roland. Kini bukan lagi kembang sepatu yang menjadi barang bukti, melankan sebilah sabit yang menancap di leher korban yang nyaris putus itu.

Sumpah, bikin merinding!

Saya terperangah di akhir cerita. Kenapa sih harus tokoh yang saya anggap minor justru menjadi pelaku pembunuhan keji itu?

Well, saya cukup puas dengan jalan cerita yang menegangkan serta setting lokasi yang kaya akan kebudayaan Bali tersebut. Bagi kamu yang hobi membaca novel detektif, rasanya novel Hibiscus ini wajib menjadi bahan bacaan kamu selanjutnya.

Oh iya, saya sempat menemukan dua buah typo yang….sedikit menganggu. Tapi nggak papa lah, cuman dua biji ini hihi.

  1. Halaman 157 : saputangandan
  2. Halaman 163 : seharianaku

Akhir kata (berasa lagi pidato LOL), selamat membaca!

Saya berikan 2.5 bintang untuk novel ini. Eh, 3 bintang deh karena novelnya yang simpel tapi terkesan misterius yang cucok itu hihi.

 

Love,

Arintya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s