[Review] Semua Beres Kalau Ada Emil!

Judul: Semua Beres Kalo Ada Emil

Penulis: Astrid Lindgren

Alih Bahasa: Purnawati Olsson

Penerbit: Gramedia

Tahun: 2003

Ilustrator: Björn Berg

ISBN:979-22-0416-4

Jumlah halaman: 164

***

“Kadang-kadang jika aku memandang Emil, timbul dalam perasaanku, Emil akan menjadi orang penting nantinya.”

—Ibu, Hal.162

***

Blurb

Lagi-lagi Emil! Kenakalan apa lagi yang dibuatnya? Mula-mula dia membuat ayahnya marah sekali, karena Emil membeli barang-barang yang tak berguna di tempat lelang Bcakhorva: ayam betina yang pincang, pompa pemadam kebakaran yang karatan, kotak kuno yang jelek, dan penyorong kue yang kepanjangan. Tapi, dasar Emil banyak akal, semua yang dibelinya ternyata malah amat menguntungkan.

Jadi, mengapa Emil mengikat gigi Lina dengan tali panjang, lalu menarik tali itu sambil memacu Lukas kudanya? Mengapa dia membuat ayam-ayam dan babinya masuk dengan memberi mereka ampas anggur ceri? Sungguh memalukan. Dan mengapa pula dia mengurung ayahnya?

Tapi jangan salah sangka. Biarpun nakal, sebenarnya Emil baik hati dan penyayang. Buktinya, dia rela menembus badai salju, membawa Alfred—yang sakit parah—ke dokter di Mariannelund yang jauh, sendirian dan hanya dibantu Lukas. Perbuatannya sungguh terpuji. Alfred berhasil diselamatkan. Ya…Semua beres kalau ada Emil!

***

Emil Svensson, bocah laki-laki yang ‘katanya’ super nakal. Tapi bagi saya, sosok Emil adalah sosok anak-anak yang tengah mengeksplorasi dunianya yang luas di Katthult, Lönneberga, Smalland, Swedia. Anak pertama dari pasangan Mr. dan Mrs. Svensson ini memang kerap membuat sang ayah naik darah, sehingga ia harus dihukum di dalam pondok perabot, hampir setiap hari.

Kehidupan Emil di dalam buku ini, digambarkan sangat indah. Emil, ayah dan ibunya, Lina (pekerja dapur), Alfred (pekerja kebun) dan adiknya, Ida, hidup damai dalam lahan pertanian yang luas di Katthult. Bagi Emil, hanya Ida dan Alfred yang ia sayangi setelah ibunya. Karena ayah dan Lina, hanya meanggapnya biang onar dan pantas menghuni pondok perabot.

Di dalam pondok perabot, saat menjalani ‘masa hukumannya’ Emil kerap meraut patung kayu. Di sana, ia juga telah menyiapkan beberapa makanan, kalau-kalau ia melakukan kenakalan yang di luar dugaan, sehingga harus berdiam di pondok perabot selama berhari-hari. Hahaha…Emil…Emil…

Kalau saat ini, sosok Emil mungkin sama dengan anak laki-laki yang hiperaktif. Setiap hari ada saja pekerjaan yang membuat orang-orang geleng kepala. Bahkan, pernah suatu kali, Emil mengecat wajah Ida dengan tinta biru, hanya untuk bermain dokter-dokteran.

***

Pertama kali saya membaca kisah Emil ini, duluuu sekali. Saat saya masih kelas 2 SMP. Sekarang, saya baca lagi setelah lulus kuliah. Rasanya tetap sama! Tetap gemas dengan kelakuan Emil yang ‘ajaib’ ini. Lindgren memang penulis anak-anak yang saya sukai setelah Dahl.

Dari  buku ini juga, banyak pelajaran yang saya ambil. Terutama dari ibu Emil, Alma Svensson, tentang bagaimana mengurus rumah tangga dengan dua anak, dengan satu di antaranya yang ajaib. Hhihi. Dari buku ini pula, saya jadi tahu Sweden Culture terutama kebiasaan mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Kehidupan mereka yang hangat dan tradisi berkumpul bersama di  acara lelang.

Beberapa makanan khas yang belum pernah saya dengar juga muncul pada buku ini. Salah satunya adalah bakso dadih darah yang merupakan kegemaran Emil.

Oh iya, ilustrasi yang disajikan di dalam buku ini juga menambah ciamik cerita karangan Lindgren ini. Sosok Emil yang ajaib mampu menyihir saya, sehingga buku ini habis dalam waktu kurang dari dua jam. Ah, dua jam saya bernostalgia dengan Emil.

Menurut saya, all perfect! Hanya saja, pemilihan warna tulisan pada blurb yang kurang. Blurb berwarna orange, sedangkan cover belakang berwarna kuning. Sama-sama kontras dan sedikit susah saat membacanya di luar ruangan.

Well, selamat membaca! Selamat geleng kepala dengan kisah Emil yang ajaib! Hihihi

Rate: 4/5

Iklan

One thought on “[Review] Semua Beres Kalau Ada Emil!

  1. Ping-balik: James dan Persik Raksasa – James and The Giant Peach |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s