Me vs Daddy: Kejutan!

Untitled-1

Judul: Me vs Daddy

Penulis: Sayfullan

Penerbit: De Teens

Tahun: 2016

ISBN: 978-602-391-202-5

Jumlah halaman: 220

***

Blurb

Karel dan éclair. Kecintaan Karel terhadap kue kering berbentuk panjang berisi aneka krim pasta ini bukan cuma karena rasanya yang legit dan enak. Mengingatkannya juga pada Claudia, mendiang sang mama. Namun, Marvin ingin Karel mengikuti jejaknya dalam bidang properti. Kopanda Café and Éclair Shop adalah ajang pembuktian antara anak dan ayah. Karel harus bisa membuktikan kemampuannya. Jika tidak, konsekuensi berat menunggunya.

***

Hore! Akhirnya saya bisa berjumpa dengan karya terbaru dari Sayfullan. Setelah sekian lama tidak berjumpa, dan terakhir, saya berjumpa dengan Imaji Dua Sisi yang ciamik itu.

Me vs Daddy, begitu membaca judulnya yang miring-miring itu (hehe) saya langsung membayangkan bagaimana serunya serunya ‘pertarungan’ ayah dengan anak dalam hal apapun itu. Daaan, yang lebih mendominasi pikiran saya saat itu adalah pertarungan antara ayah dengan anak perempuannya. Mengingat pada cover depan terdapat dasi dan sebuah apron, yang identik dengan dunia perempuan, ditambah lagi nama Karel yang….perempuan banget!

Setelah memasuki lembar-lembar awal, akhirnya saya sadar, bahwa Karel ternyata tidak sesuai dengan bayangan saya. Karel itu laki-laki! *tutup muka karena malu*

***

Karel Marinka atau yang lebih dikenal sebagai Karel Dubois adalah anak dari pasangan Claudia Dubois dengan Marvin Marinka. Karel dan Marvin, sang ayah, membuat sebuah perjanjian bisnis untuk sebuah pembuktian.

Bagi Karel, perjanjian tersebut sebagai pembuktian bahwa dunia yang ia senangi dapat membuatnya sukses.

Bagi Marvin, perjanjian tersebut sebagai pembuktian bahwa Karel tidak akan sukses di bidang patisserie, melainkan di dunia properti, seperti dirinya.

Kemudian, berdirilah Kopanda Café and Éclair Shop. Di sana Karel bekerja sebagai chef sekaligus manager, sementara Marvin sebagai pemilik modal. Saya sempat dibuat ngiler dengan menu-menu yang ditawarkan Kopanda, ada gelato, éclair dengan berbagai isian, sorbet, dan kopi! Maulah kapan-kapan saya mampir ke Kopanda hihihi.

Perjalanan Karel dan Marvin dalam ‘bertarung’ dalam ajang pembuktian, semakin dimeriahkan oleh Renne dan Jianna. Mereka adalah ibu dan anak ‘nyentrik’ yang tinggal di apartemen milik Marvin. Sampai suatu ketika mereka mampir ke Kopanda, dan pertemuan dengan Marvin yang akan mengubah hidup mereka terjadi.

***

Setelah cerita Kopanda Café and Éclair Shop berdiri, saya selalu tidak sabar untuk membaca bagaimana ‘Karel vs Marvin’ berlangsung. Lembar demi lembar saya baca, namun penulis lebih heboh mengeksplorasi kehidupan Renne dan Jianna. Mulai dari masa lalu Renne sebagai model, penghianatan rekan kerjanya, hingga kehidupan sekolah Jianna dan perselisihannya dengan Charlot Devina. Agak menyayangkan juga, karena menurut saya, cerita Me vs Daddy namun saya seakan membaca Me vs Mommy.

Eksplorasi akan dunia Marvin dan Karel menurut saya masih kurang. Bagaimana Karel, sebagai pengusaha muda di dunia kuliner membangun bisnisnya, belum tergambar jelas di dalam cerita. Usaha Karel dalam jatuh bangun di dunia bisnis masih kalah dieksplorasi daripada peliknya kehidupan Renne dan Jianna, masalah keuangan mereka hingga perseteruan Renne-Jianna vs Widya-Charlot.

Beberapa hal yang saya soroti lagi adalah masalah konsistensi penulis. Seperti dalam penyebutan festival patisserie. Pada halaman 16, di sana tertulis Festival Patisserie, sedangkan pada halaman 21, di sana tertulis festival patisserie.

Kemudian untuk penulisan outdoor, pada halaman 26 tertulis outdoor sementara pada halaman 30 tertulis out door. Dan satu lagi yang menurut saya agak krusial, karena menyangkut setting tempat, adalah penulisan nama kafe milik Karel yaitu Kopanda. Pada halaman 26 penulis menuliskan Kopanda Café and Éclair Shop. Kemudian pada halaman 28 Kafe Kopanda sedangkan pada halaman 140 Kopanda Kafe. Hal-hal tersebut memang redaksional, namun saya merasa sebaiknya lebih konsisten lagi dalam penulisan, agar lebih nyaman dibaca. Yay!

Oh ya, saya juga menemukan satu typo di dalam cerita. Yaitu pada halaman 7. Di sana tertulis, “Sial! Semua kerja kerasku selama ini di Prancis belum juga menyadarkan Papa! Gerutu Marvin melihat sikap kaku sang papa yang tetap melarangnya terjun di dunia pastry. Bukankah Marvin itu adalah Papa Karel? Hehehe, mungkin yang dimaksud penulis adalah Karel yang menggerutu, bukan Marvin.

Penulis, masih tetap sama, mampu menggiring suasana hati saya dengan suasana cerita yang dibangun. Sama seperti dulu, saat saya membaca Imaji Dua Sisi. Dan kini, penulis lagi-lagi membuat saya terbawa suasana. Jengkel! Jengkel mampus dengan kelakuan Jianna dan Charlot. Apalagi Charlot, kelakuan borjuis muda itu membuat saya teringat akan beberapa adegan di sinetron yang drama abis. Hih, gemes! Pengin nyakar! *ups

Namun, ada beberapa adegan yang saya rasa tidak perlu dituliskan di dalam cerita, karena…tidak mendukung cerita Me vs Daddy.

Dan terakhir, sesuai dengan judul dari review ini, Me vs Daddy : Kejutan! Novel ini memang penuh kejutan. Dan kejutannya banyak sekali dijejalkan penulis di dalam setiap cerita. Mulai dari kejutan-kejutan kecil seperti rencana pernikahan Marvin yang seminggu lagi akan digelar, pernyataan cinta yang ugh-so-old-fashioned untuk seorang Karel, dan kejutan yang menurut saya terlalu dipaksakan yaitu tentang email dan keberlangsungan Karel dengan kekasihnya.

Well, selamat membaca! Selamat dibuat ngiler dengan es sorbet dan éclair isi krim stroberi!

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s