0

[Resensi] Koplax Rangers

sumber

Judul : Koplax Rangers

Penulis : Amad Kocil

Penerbit : De Teens

Tahun: 2016

ISBN : 978-602-279-244-6

Jumlah halaman : 304

***

Blurb

“Hidup itu sama dengan perjalanan sebuah kereta. Kadang harus berhenti di suatu tempat untuk menerima kehadiran orang baru, sekaligus merelakan kepergian orang yang kita sayang.”

Viona, Andra, Rehan, Gilang, dan Dita mengikrarkan persahabatan mereka dengan nama Koplax Rangers. Mereka kerap menghabiskan waktu bersama. Namun, segalanya tak sekedar soal kumpul bareng, bersenang-senang. Koplax Rangers mesti membayar dengan sangat mahal untuk menyadari arti sebenarnya dari persahatan.

*** Baca lebih lanjut

0

[Resensi] Maple Terakhir

sumber

Judul : Maple Terakhir

Penulis : Aning Lacya

Penerbit : Ping

Tahun : 2016

ISBN : 978-602-407-002-1

Jumlah halaman : 188

***

Blurb

Bukan seberapa pentingnya masa lalu, tapi seberapa jauh kemu belajar darinya.

Apa kau pernah ingin berlari dari masa lalu, tapi justru semakin tenggelam di dalamnya?

Camille sedang mengalaminya.

Mencoba berbagai cara dan masih dihantui masa lalu, Camille berencana melakukan hal yang sama sekali baru: bolos kuliah, dan bertekad melihat dunia yang sama sekali baru baginya.

Di sanalah ia bertemu dengan Joulien.

Bahagia mendapat sahabat baru,Camille bersepeda untuk menikmati rruntuhan daun maple. Di sanalah ia memberanikan diri untuk menyapa Ken.

Dua kebiasaan baru. Dua sahabat baru.

Tapi ternyata, Camille pada akhirnya harus tetap berhadapan dengan masa lalu yang baru. Camille harus menghadapainya kali ini, karena ia tak mungkin selamanya berlari.

*** Baca lebih lanjut

1

[Kumcer] Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya

Source

Judul : Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya – Kumpulan Cerpen Pilihan #KampusFiksi Emas 2016

Penulis : Lugina W.G. dkk

Penerbit : Diva Press

Tahun : 2016

Cetakan : Pertama

ISBN : 978-602-391-147-9

Jumlah halaman : 256

***

Blurb

Celia tak pernah mengerti, mengapa Puffin tak bisa berhati-hati. Ia menyenggol perabotan ke mana pun ia pergi; gelas beradu menyentuh lantai…Prang! Seingat Celia. Dulu Puffin tak pernah bertingkah nakal. Ia manis dan begitu lembut.

Namun, Celia ini sering terpaksa memarahi Puffin. Celia benci melihat pecahan gelas berhamburan. Ia sungguh benci terbangun di malam hari karena bunyi gelas-gelas bertumbukan. Bermalam-malam ia dihantui mimpi pecahan kaca yang mengejarnya seperti gerombolan lebah. Menyengat dan menancap di kepalanya seperti mahkota.

*** Baca lebih lanjut