Reruntuhan Musim Dingin – Cerita-cerita Pilihan

Jpeg

Judul : Reruntuhan Musim Dingin — Cerita-cerita Pilihan

Penulis : Sungging Raga

Penerbit : Diva Press

Tahun : 2016

ISBN : 978-602-391-079-3

Jumlah halaman : 204

***

“Barangkali, tidak ada perpisahan yang lebih menyenangkan untuk dirayakan daripada sepasang kekasih yang berpisah dalam keadaan masih saling mencintai.”—Selebrasi Perpisahan, hal. 25

***

Bagaimana? Sudah jatuh cinta dengan kutipan di atas?

Kalau saya sih, sudah. Baru pertama kali baca cerpen karya Sungging Raga, saya sudah klepek-klepek gini dengan bahasanya yang duh mas, nggak kuat.

Well, “Reruntuhan Musim Gugur” ini merupakan kumpulan cerita-cerita pilihan dari Sungging Raga. Setelah saya kepo-kepo dari blog beliau, ternyata “Reruntuhan Musim Dingin” adalah karya-karyanya yang sebagian sudah pernah dipublikasikan dan sebagian lagi belum. Dan yang menarik lagi, setiap cerita disisipi sebuah ilustrasi yang kadang membuat saya berpikir, adakah hubungannya dengan cerita?

Kumcer ini terdiri dari beberapa cerita pilihan, yaitu :

  1. Selebrasi Perpisahan
  2. Dermaga Patah Hati
  3. Melankolia Laba-Laba
  4. Serayu, Sepanjang Angin akan Berhembus
  5. Untuk Seseorang yang Kepadanya Rembulan Menangis
  6. Reruntuhan Musim Dingin
  7. Selamanya Musim Semi
  8. Rayuan Pulau Serayu
  9. Abnormaphobia
  10. Sidareja, Sebuah Alkisah
  11. Turbulensi Kenangan
  12. Sihir Edelweis
  13. Kompor Kenangan
  14. Suatu Hari, Smua Wanita akan Berwarna Ungu
  15. Lovelornia
  16. Biografi Kunnaila
  17. Sepasang Semut dan Gadis Kecil yang Sedih
  18. Diorama Angin
  19. Tak Ada Kematian di Alaska
  20. Ole Fislip Sudah Mati
  21. Aku Berjalan Sendirian
  22. Biografi Sepasang Rangka

***

Selebrasi Perpisahan

Mungkin karena baru saja mengalami yang namanya perpisahan dengan jarak, saya merasa cerita ini yang paling mengena. Cerita tentang seorang lelaki dan perempuan—sepasang yang mungkin kini tak lagi sepasang—yang sebentar lagi mengalami perpisahan. Perpisahan untuk saling melupakan, tepatnya. Si lelaki hendak pergi ke Yogya untuk melupakan, sementara si perempuan memilih tetap di Jember. Karena cerpen inilah, saya kembali menyukai stasiun kereta, terminal bus, bandara dan pelabuhan sekalipun. Di sanalah pertemuan dan perpisahan terjadi, meski terkadang lebih banyak perpisahan.

Dermaga Patah Hati

Saya suka cerita ini. Meskipun ada sisi-sisi misteri yang menyelimuti, namun penulis membawa saya menuju kata ‘merinding’. Bukan karena ketakutan, melainkan karena ‘cinta’.

Pada cerita ini, saya juga menemukan misscomm antara penulis dengan ilutrator. Yaitu pada hal. 33 penulis menyebutkan perempuan yang setia menunggu di dermaga, menggunakan celana jins ¾. Namun pada ilustrasi hal. 35, terlihat seorang perempuan mengenakan rok panjang, duduk di dermaga. Hayo, mas illustrator, belum baca keseluruhan cerita ya? Hihihi.

Jpeg

Melankolia Laba-Laba

Tidak banyak cerita yang pernah saya baca, menggunakan sudut pandang pertama, bukan manusia. Saya pernah baca sebuah cerita (maaf, saya lupa judul dan penulisnya, cerita tsb dimuat dalam antologi Autumn Once More), penulis mengisahkan kisah cinta antara bunga mawar dan seorang lelaki muda. Akhirnya, saya dipertemukan lagi dengan gaya yang saya. Rindu seakan terobati. “Melankolia Laba-Laba” menceritakan kisah cinta beda dunia, antara laba-laba dengan Nalea, gadis yang menghuni kamar. Agaknya cinta laba-laba tersebut bertepuk sebelah tangan, karena sampai akhir hayat Nalea, cinta tsb sama sekali belum tersampaikan.

Abnormaphobia

Cerita dan ilustrasi sama-sama unik. Bisa saya katakan bahwa cerita ini mempunyai ilustrasi yang terbaik, dari semua ilustrasi yang ada. Terlebih lagi, saya terbahak saat penulis menyebutkan tentang Jalan Kaliurang dan pembalap yang memenuhi jalan tersebut. Hahaha, saya salah satunya! Cerita unik, karena pasien dan psikiater sama-sama bingung. Plus dengan ending yang tak terduga. Dengan cerita ini, saya sebagai salah satu dari ribuan pembalap di jalan Kaliurang, akan segera pensiun dini.

Reruntuhan di Musim Dingin

Saya sedih membaca cerita ini. Bagaimana bisa, seorang lelaki yang begitu mencintai istrinya justru masih terus mencintai istrinya, bahkan saat istrinya telah mengaku bahwa ia pura-pura cinta selama ini? Kisah cinta yang kini telah berbeda dunia, namun cinta akan tetap sama untuk istri tercinta.

Selamat membaca!

Rate : 3/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s