Circo de Patrimonio

Jpeg

Judul : Circo de Patrimonio

Penulis : Sylvee Astri

Penerbit : De Teens

Tahun : 2015

ISBN : 978-602-0806-36-5

Jumlah halaman : 268

***

Blurb

Casa de Patrimonio, sebuah panti asuhan yang melatih anak-anaknyamenjadi pemain sirkus. Di tempat inilah, Frene si pelempar pisau, tumbuh besar. Dia bertemu dengan Stella, seorang pecinta sirkus yang dilarang orangtuanya untuk menonton sirkus. Stella tertari dengan Circo de Patrimonio, kemudian mengenal Luce, cewek yang sangat dicintai Frene, juga Cent.

Konflik terjadi, mulai dari cedera pemain, perizinan pertunjukkan, permasalahan keluarga, juga percintaan.

***

Stella Gauthier, gadis yang amat menyukai sirkus. Ia beranggapan bahwa sirkus itu keren. Tak hanya atraksi-atraksinya yang keren, namun juga para pemainnya yang keren karena mereka rajin berlatih.

Suatu hari, Frene, si pelempar pisau dari Circo de Patrimonio, mempromosikan sirkusnya dengan cara yang unik kepada seluruh penduduk Bilbao, termasuk Stella. Ia melempar pisaunya, melewati Stella. Dari sanalah ‘pertemanan, mereka dimulai. Frene juga lah yang membantu Stella untuk kembali berlatih sebagai aerialist, dan mengembalikan pandangan orangtua Stella bahwa sirkus itu tidak berbahaya!

***

Novel dengan judul yang unik ini memang unik dari berbagai sudut. Yang pertama dari judulnya, yang kedua dari cover-nya, dan yang ketiga dari ceritanya.

Judulnya asli deh, unik! Kalau tidak salah berasal dari bahasa Spayol. Iya nggak sih? Judul yang eye-catching ini didukung dengan cover yang lebih eye catching lagi! Kalau Stella beranggapan bahwa perpaduan warna ungu dan kuning itu norak, bagi saya NGGAK SAMA SEKALI. Ungu dan kuning itu adalah perpaduan warna yang unik! Dan menurut saya, untuk sirkus, nggak ada kata norak sama sekali. Yay!

Saat membaca novel ini, saya bernostalgia akan masa kecil saya. Dulu saat saya masih SD, papa mama pernah mengajak saya nonton pertunjukkan sirkus.

Tenda yang super gede, dengan warna unik, yaitu merah cerah dan kuning keemasan.

Di dalam tenda itu ada deretan kursi-kursi kayu untuk penonton. Banyak banget.

Dan di tengah-tengah tenda ada sebuah panggung yang nggak kalah gede. Di sanalah para pemain sirkus menunjukkan aksinya. Ada yang main sepeda roda satu, ada yang melempar pisau, ada yang sama anjing, singa, kuda, ada yang gelantungan di langit-langit, dan ada pembawa acara yang berpakaian unik dengan topinya yang mirip punya Willy Wonka.

Asli, kangen deh sama masa-masa itu. Masa di mana hiburan rakyat digelar setahun sekali di alun-alun kota.

#maafsayamalahcurhat

Oke, kembali ke novel Circo de Patrimonio ya!

Penulis mengisahkan Stella dan sirkus Circo de Patrimonio dengan bahasa yang ringan. Nggak bikin saya mikir. Semua tokoh punya ciri khasnya masing-masing. Stella, gadis penyuka sirkus yang diam-diam punya jiwa pemberontak, Frene si pelempar pisau gondrong yang sangar, ternyata bisa galau juga, Papa Stella, seorang banker yang sayang anak, ternyata punya masa lalu kelam, Nate, si Asiatic yang kece banget keponya, Cent, Luce, dan banyak lagi.

Eits, soal jalan cerita, juga ringan. Saking ringannya, saya nggak terlalu ‘kena’ dengan konflik-konflik yang coba dibangun oleh penulis.

Konflik-konflik tersebut menurut saya dimunculkan, kemudian diseret dan ditenggelamkan. Selanjutnya ganti konflik baru dan beberapa saat kemudian penulis menarik lagi konflik lama ke permukaan. Seperti kasus perselingkuhan Papa Stella.

Oh iya, satu lagi. Saya juga agak kurang ngerti mengapa penulis memilih jalan cerita bahwa Ayah Frene yang dulunya gelandangan dan meninggalkan anaknya di depan rumah orang, kini menjadi salah satu dewa kota yang dihormati? Hehe 😉

***

Well, selamat membaca kawan-kawan!

Banyak pengetahuan tentang sirkus yang akan kalian dapatkan di novel ini.

Love,
Arintya
Rate: 2/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s