Dear Ellie – Musim Panas Tahun Ini

Jpeg

Judul : Dear Elli

Penulis : Puji Eka Lestari

Penerbit : De Teens

Tahun : 2015

ISBN : 978-602-391-034-2

Jumlah halaman : 312

***

Aku sering berpikir, betapa lucunya cara kerja semesta. Semua penuh ketidakpastian, semua penuh dengan konsep sebab-akibat, dan betapa mengerikannya bahwa apa yang kau lakukan saat ini akan berdampak pada kehidupanmu beberapa saat ke depan—hal. 23

***

Siapa sangka musim panas tahun ini Elli McAdams akan mendapat banyak ‘kejutan’? Mulai dari tentor klub membaca yang super menyebalkan, pertemuannya dengan Elliot di toko roti, sahabatnya Julie yang diam-diam menyimpan rahasia, hingga pembacaan puisi buatannya di Bailey yang berujung ‘petaka’.

***

Elli McAdams, remaja tujuh belas tahun, yang selamanya mungkin akan tinggal di Dublin, Irlandia karena kedua orangtuanya yang super duper protektif. Pada musim panas ini, ia dan sahabtanya, Julie Williams, sudah mempunyai secarik rencana yang akan mereka lakukan bersama-sama. Elli sejak lama menyukai Elliot. Sayangnya, Elli hanya menyimpannya dalam diam, tanpa seorang pun mengetahui. Saat Elliot mengajaknya pergi untuk melihat buskers, meledaklah bunga-bunga suka itu. Elli kemudian mengatakan rasa sukanya pada Julie, dan berasumsi bahwa Elliot menyukai Ellie.

Ah…sempurna bukan musim panas Elli?

Tapi dunia penuh ketidakpastian. Begitu pula dengan dunia Elli. Karena terlalu emosi dan enggan dianggap remeh oleh Dean, tentor menyebalkan klub membaca sekaligus kakak Julie, ia ‘mengorbankan’ waktunya bersama Elliot dan memilih menjawab tantangan Dean untuk membacakan puisi buatannya. Dari sanalah, Elli mengenal rasa sakit hati dan kecewa. Bahkan ia sempat memutuskan untuk tidak ingin bertemu sahabatnya lagi.

Beginilah kalau persahabatan yang di dalamnya tersisipi cinta. Isiya kalau  nggak fight ya struggle untuk mempertahankan sahabat atau cinta, atau bahkan keduanya.

Elli hanya butuh satu kata untuk mengembalikan semuanya. Ya…walaupun harus ia lakukan dengan jungkir balik tentunya.

BERANI

Elli mau tak mau harus memberanikan diri untuk menerima kenyataan pahit dari Julie, berani untuk menghadapi Elliot, berani menceritakan masalahnya pada Mom dan berani untuk sedikit demi sedikit mengambil keputusan.

Elli tidak sendiri. Ada Dean si super menyebalkan yang terus mengajak Elli untuk menjelajah Dublin serta mendukungnya untuk berani lagi. Ternyata si super menyebalkan itu lama-lama bisa baik juga ya?!

***

Pertama-tama, saya mau memeluk penulis dulu. Hihihi. Terima kasih sudah menyajikan cerita yang berlatar Dublin yang manis seperti maccarons buatan Elliot ini. Pun dengan tempat-tempat indah yang harus saya google untuk mendukung suasana cerita. Ada satu tempat yang sejak awal saya tunggu-tunggu, kapan dimunculkan. Carrick a Rede Rope Bridge. Jembatan tali mungil itu mengingatkan saya pada seseorang *tsaah. Tapi akhirnya terobati ketika saya menemukannya pada rencana Elli di musim gugur.

Kedua, bisa ya penulis membubuhkan moral value pada apa saja. Ada aja kreativitasnya, salah satunya dengan media street art yang terdapat pada gang kecil dengan toko-toko dan kafe.

“If you don’t like the road you are walking, start paving another one.”—hal. 265

Ketiga, tentang Adam. Saya jujur penasaran dengan Adam, meskipun sudah dijelaskan bahwa ia adalah salah satu teman Elli yang berasal dari Zurich. Dari balasan emai-email Adam untuk Elli, I think he’s interested with Elli, isn’t? Cuma menebak aja sih, bisa iya, bisa nggak. Namanya juga cowok, susah ditebak maksud dari setiap tingkah lakunya. Tolong mbak penulis jelaskan sama saya. Harus. Saya penasaran banget sama Adam. J

***

Untuk cover, menarik sih. Ilustrasinya mewakili Dublin yang cuacanya nggak bisa diajak berteman. Kadang ujan, kadang cerah, meskipun di musim panas sekalipun. Europenya juga dapet dengan tipe pejalan kaki dan toko-toko serta deretan kafe itu.

Hanya saja aku kok kurang sreg dengan “musim-musim bersama denganmu” ya? Mungkin akan lebih baik kalau tulisan tersebut diletakkan di bawah judul utama “Dear Ellie” dan menggunakan jenis huruf handwriting. Agak menganggu aja hehehe, apalagi saat semuanya udah ‘perfect’ tapi tulisan tersebut seakan nggak pada tempatnya.

Overall, hampir tidak ada typo. Namun saya masih menemukan satu typo yaitu penggunaan huruf kapital setelah tanda baca pada halaman 162. Mari ditengok! 🙂

Well, happy reading you all!

Rate : 3/5

Iklan

4 thoughts on “Dear Ellie – Musim Panas Tahun Ini

  1. Hai, terima kasih untuk resensinya! Hehehe aku bantu jawab yaa yang soal Adam. Jadi, Adam itu tokoh dari novelku yang sebelumnya yaitu The Days with You. Sebenernya kemunculannya emang agak tiba-tiba sih. Tapi, yaa begitulah Adam. Dia memang friendly sama semua orang 😉 Kisah lengkap tentang Adam bisa dibaca di The Days With You yaaa hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s