Wonderworks Prodigy – Petualangan Baru di Reign of Avalon

Jpeg

Jpeg

Judul : Wonderworks Prodigy – Petualangan Baru di Reign of Avalon

Penulis : Ginger Elyse Shelley

Penerbit : PING!!!

Tahun : 2015

ISBN : 978-602-0806-47-1

Jumlah Halaman : 216

***

Mimpi terjadi ketika kau sedang tidak berpikir secara aktif.—Hal 187

***

Berawal dari mimpi seorang peserta pelatihan baru, Robin Locket, Reign of Avalon kedatangan monster-monster mengerikan.

Riegn of Avalon merupakan sebuah tempat pelatihan bagi orang-orang dengan kemampuan spesial, yaitu memiliki kemampuan sihir di dalam diri mereka dengan Glodscend (sejenis bola kristal dengan warna tertentu di dalamnya) yang akan menjemput.

Hani, Kyle, Xiao Mei, dan Alex—yang menjadi mentor saat itu, benar-benar dibuat kewalahan karena harus menjadi pelindung delapan peserta pelatihan baru yang istimewa. Iya, ISTIMEWA. Ada yang berusia di bawah umur, ada yang berambut merah menyala, namun keistimewaan mereka lebih dari itu. Masing-masing peserta baru membawa keistimewaannya masing-masing dan mereka menyadarinya setelah beberapa bulan berlatih di Avalon.

Pelatihan di Avalon dibuka setiap empat tahun sekali dan berlangsung selama empat bulan. Selama empat bulan, para peserta akan diajarkan berbagai macam hal yang berhubungan dengan sihir. Seperti menerbangkan benda, memperbaiki sesuatu yang rusak, hingga duel kemampuan sihir.

Kedelapan peserta yang istimewa itu juga mendapatkan telur pyewacket, yang nantinya akan menetas menjadi familiar sesuai dengan keistimewaan masing-masing peserta.

Klimaksnya adalah ketika mimpi Robin Locket, peserta termuda pindah kea lam nyata di Avalon. Monster-monster yang tadinya hanya ia temui di mimpi, keluar satu per satu, menyerang Avalon. Membuat semua elemen Avalon, baik dari guru, mentor, hingga Departemen Pertahanan saling berjibaku untuk mengatasi kekacauan tersebut. Hingga pada akhirnya, mereka harus merelakan salah seorang untuk masuk ke mimpi, dan tidak akan terbangun lagi.

***

Well, jika dibaca sekilas, novel ini mirip dengan salah satu serial novel tentang penyihir yang terkenal dengan kacamata dan luka berbentuk kilatan di dahinya itu. Mulai dari sekolah sihir, keduanya memiliki kelas-kelas yang hampir sama, yaitu kelas ramuan, belajar menggunakan satu terbang, magic spells, monster Basilisk, kastil-kastil, tongkat sihir, seorang murid istimewa yang akan menentukan klimaks cerita hingga gambaran mengenai makhluk-makhluk di dalamnya.

Namun jika dibaca lebih dalam, ternyata beda kok. Magic spells di dalam novel ini cukup ringan dan pendek-pendek, jadi mudah dihapalkan. Seperti Volaticus, untuk menerbangkan benda, serta Inflecto untuk mengeluarkan materi pembuat tongkat sihir. Tempat untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan sekolah sihir juga berbeda. Kalau di novel sebelah Diagon Aley, yang berupa gang sempit berisi jajaran toko, di Avalon, ada Mock’s Everything Shop. Versi kecilnya kali ya?

Tapi jujur deh, selama saya membaca novel ini, otak saya secara otomatis akan terbang ke jalan cerita novel yang satunya.

***

Saya mau acungin jempol dulu nih sama penulisnya. Imajinasinya keren. Untuk nama-nama toko, nama-nama makhluk yang diciptakan, sistem Glodscend, monster yang keluar dari mimpi, hingga pembagian departemen-departemen (mmm seperti sistem pemerintahan kalau saya bilang) seperti Departemen Pertahanan, Departemen Perizinan, dan lain-lain. Dan, terima kasih juga untuk kisah cinta seuprit antara Abey dan Aldefo yang bikin saya penasaran. Hih!

Cuma ada beberapa hal aja yang menjadi sorotan saya.

Yang pertama soal jumlah peserta pelatihan di Reign of Avalon. Pada halaman 11 Hani dan Kyle menyebutkan bahwa ada lima anak perempuan dan empat anak laki-laki. Kemudian kalau saya nggak salah menjumlahkan sih, total ada sembilan anak. Namun pada halaman 14, Mrs. Wiesner menyebutkan bahwa jumlah peserta baru ada delapan orang. Serta di halaman-halaman selanjutnya kemudian diterangkan nama-nama baru dan jumlahnya memang benar ada delapan.

Jadi, apakah itu murni kesalahan kepenulisan? Atau becandaan Kyle untuk Xiao Mei yang gagal, atau apa ya? Mungkin hanya penulis yang tahu. Peluk virtual dulu ah buat penulisnya, Ms. Ginger.

Yang kedua seperti biasa, yaitu typo. Hihihi, ada beberapa typo yang mungkin luput dari pandangan. Seperti pada

halaman 29  tertulis : “Maksudmu mereka benar-benar akan mandapat hewan sihir? nggak adil!…” Kata ‘nggak’ seharusnya diawali dengan huruf kapital ya, kan ditulis setelah tanda baca, hihi.

Kemudian di halaman 145, di mana penyebutan telur ‘pyewacket’ tidak atau belum ditulis miring. Karena pada halaman-halaman sebelumnya ditulis dengan italic. Oh ya, kasus ini juga terjadi pada kata ‘familiar’ juga. Sebetulnya hal ini tidak mengganggu saat membaca, namun lebih ke arah konsistensi.

Udah sih itu aja bagian typotypo hihi.

***

Untuk cover, saya kurang nyaman dengan pemilihan hurufnya. Terkesan too much aja, soalnya ada tiga jenis huruf yang berbeda, yaitu pada nama penulis, judul dan sub judul. Ilustrasinya cukup menggambarkan isi cerita di dalamnya, didukung dengan background yang gelap jadi terkesan ada ‘sihir hitam’ yang menyertai.

Well, bagi yang suka bacaan science fiction, boleh banget baca novel ini. Nambah imajinasi, asli!

Happy reading y’all!

Rate : 3/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s