Langit Jingga di Acapulco – Jangan Lari dari Masa Lalumu

IMG_5463

Judul : Langit Jingga di Acapulco

Penulis : Triya Elmor

Penerbit : De Teens

Tahun : 2015

ISBN : 978-602-255-953-5

Jumlah halaman : 300

***

Blurb

“Kalau seseorang menghabiskan hidupnya dengan seseorang lainnya, tapi cintanya mekar di lain hati, lantas yang manakah yang menjadi tulang rusuknya?”

“Tulang rusuk itu hal yang paling dekat dengan pemiliknya. Seseorang yang hidup bersamamu, yang akan menjadi tulang rusukmu.”

Mia, Reza dan Kevin. Tak seorang pun tahu alasan besar Reza mengakhiri hubungannya dengan Mia. Tak seorang pun menduga ada masa lalu yang menyelubungi mereka. Tak seorang pun menyangka Kevin merelakan Mia yang dicintainya.

Bukan sekedar masalah memiliki, cinta juga mengikhlaskan. Ini tentang persahabatan dan cinta.

***

“Mencintai dalam diam benar-benar menyita perasaan.”-Hal. 234

***

Novel dengan cover sendu langit jingga ini menceritakan bahwa ‘cinta tidak harus memiliki’.

Ketiga tokoh utama, Reza, Mia dan Kevin terjebak dalam cinta sekaligus persahabatan. Reza, mengakhiri hubungannya dengan Mia karena masa lalunya. Sementara Kevin menyimpan cintanya pada Mia. Dan Mia, gadis kecil yang terluka, ia mencintai Reza tapi Reza justru bersikap sebaliknya.

Saya sendiri memang tidak setuju dengan ‘cinta tidak harus memiliki’. Nonsense sih kalau menurut saya. Bagaimana bisa mereka tetap mencintai tapi didalamnya justru terluka karena tidak bisa memiliki apa yang dicintainya?

Terluka.

Itulah yang dirasakan Reza, Mia dan Kevin. Mereka terseret ke dalam cinta yang membuat mereka bertiga terluka,  di bawah naungan persahabatan. Mereka terluka karena secara tidak langsung diakibatkan oleh Adry, ayah Reza yang bersikap ‘cemen’ di masa lalu.

***

Penulis menceritakan kisah mereka bertiga loncat-loncat. Dari satu waktu ke waktu yang lain dan dari tempat yang berbeda. Sudut pandang yang digunakan penulis ada dua, POV orang ketiga dan POV Reza. Agak capek memang untuk membaca novel ini. Ada beberapa bagian yang saya ulangi untuk memastikan tidak ada hal yang saya lewati.

Latar yang digunakan ada dua Negara yaitu Indonesia dan Meksiko. Di Indonesia, penulis mengguanakan kota Yogyakarta dan Ubud, Bali. Di ketiga tempat yang berbebda tersebut, saya diajak berputar-putar untuk menyelami sebagian masa lalu yang membuat ketiga tokoh utama itu terluka.

Ada beberapa bagian yang membuat saya geram (atau apa ya istilahnya?) terhadap perilaku Adry. Lelaki itu dengan seenaknya menabur benih cinta, tapi tidak mau untuk merawatnya. Hih, kok ada sih lelaki yang seperti itu?

Penulis agaknya sukses membangun karakter Adry, hingga membuat saya benci pada tokoh ini.

***

Ada beberapa hal yang saya soroti pada novel ini.

  1. Penulisan nama Jurusan tempat Reza, Mia dan Kevin kuliah yang salah. Pada halaman 66 penulis menyebutkan Ilmu Hama dan Tumbuhan. Setau saya penulisan yang benar adalah Jurusan HPT (Hama dan Penyakit Tumbuhan) *maklum jurusan tetangga hihi* Hal-hal kecil seperti itu mungkin terlihat sepele, tapi menurut saya justru membuat nilai lebih pada novel apabila memperhatikan hal-hal kecil.

  2. Penulisan nama salah satu pantai di Yogyakarta, yaitu pantai Indrayanti. Pada halaman 86 penulis menyebut pantai Indriyanti, setahu saya nama pantai tersebut adalah pantai Indrayant (kalau belum berubah namanya). Saya juga sudah cek ke beberapa situs wisata di Yogyakarta dan semuanya menyebutkan Pantai Indrayanti. J

  3. “Papa lebih duluan makan asin garam…”—Hal. 134. Mungkin yang dimaksud penulis disini adalah makan asam garam, yang mempunyai arti sudah lebih berpengalaman. Kalau makan asin garam, saya berasumsi bahwa tokoh Papa yang disebutkan hobi makan garam yang rasanya asin.

  1. Terjadi ketidakkonsistenan tokoh Rayyan (adik Reza) dalam memanggil Adry (ayah Reza dan Rayyan). Pada halaman 164 Rayyan menggunakan kata ‘Papa’ sedangkan pada halaman-halaman setelahnya menggunakan kata ‘Dad’ atau ‘Daddy’.

  2. Pada halaman 173 penulis menceritakan bahwa Reza mendapat beasiswa ke Meksiko. Penulis tidak menjelaskan Reza mendapat beasiswa dari universitas mana. Mungkin, jika disebutkan salah satu nama universitas yang mempunyai jurusan yang relevan dengan HPT atau ilmu pertanian di Meksiko, akan menambah greget dari beasiswa tersebut. Misalnya saja Universidad Autónoma Chapingo atau yang lainnya.

***

Well, setelah membaca novel ini ada dua hal yang menjadi bahan renungan saya.

Yang pertama adalah jangan pernah memasukkan cinta ke dalam persahabatan, karena jika fondasinya kurang kuat, akan bisa roboh jika salah satu diantaranya menyisipkan cinta yang kapan saya bisa meledak.

Yang kedua adalah jangan pernah lari dari masalah. Hadapi atau jadi pengecut selamanya.

Yeah! Thanks Triya Elmo! You gimme this awesome moral values hihi.

Happy reading y’all!

Rate : 2/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s