Caraphernelia – What If I Can’t Forget You, Daghling?

Jpeg

Jpeg

Judul : Caraphernelia – What If I Can’t Forget You?

Penulis : Jacob Julian

Penerbit : PING!!!

Cetakan : Pertama, 2015

ISBN : 978-602-279-178-2

***

Blurb

“Jona, kau masih di sana?”

Jona…dia mendengar nama itu. Jona…apa itu namanya?

“Jona? Dengakan aku! Aku sudah menunggu—“

“Siapa ini?” Suara Jona terasa berat.

“Aku Alvin! Ini Jona, bukan? SIapa kau?!”

“A…ku…tak tahu siapa diriku.”

Terbangun dalam sebuah kamar, rasa sakit di sekujur tubuh, dan…ingatan yang hilang.

Beberapa butir obat terserak. Kertas resep tercecer. Ada guratan luka di lengan. Juga, ponsel. Siapa yang melakukan ini? Kenapa? Yang terpenting, siapakah dirinya?

***

Cara

source: urbandictionary.com

Baru pertama kali denger tentang kata ‘Caraphernelia’. Saya kira, sejenis nama orang, ternyata bukan. Caraphernelia merupakan sejenis penyakit yang dialami oleh orang yang sedang patah hati, dimana ia ditinggalkan bersama kenangan-kenangan dengan sang mantan.

Galau.

Mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan keseluruhan novel ini. Eitss, tapi bukan galau biasa. Bukan galau menye-menye ala anak-anak jaman sekarang. Tapi galau yang hampir mendekati kematian apabila takarannya tidak tepat.

***

Jona, terbangun dengan ingatan yang kacau. Bisa dibilang ia lupa ingatan. Ia bahkan tidak tahu siapa namanya, kalau saja Alvin tidak memanggil ‘Jona’ dari luar kamar. Keadaan Jona juga tidak kalah kacau dibanding dengan ingatannya. Tubuh yang berkeringat, tidak tahu kapan terakhir ia mandi, kaos yang sama basahya dengan tubuhnya, dan guratan di lengan yang masih mengeluarkan darah.

Mungkin kalau Alvin, tidak memanggilnya, Jona masih akan terpuruk di dalam kamar itu. Alvin mencoba membantu Jona, tapi sikap Jona tampak sebaliknya. Setelah meninggalkan Alvin, Jona berharap ia bisa menjadi manusia baru, dengan ingatan baru dan memutuskan untuk menyerah dengan ingatannya yang lama. Saat ia hendak membeli roti kadaluarsa karena isi dompet yang kempis, ia bertemu dengan Alana. Cewek khas sosialita yang datang dengan sebutan ‘teman’. Alana membawa Jona ke apartemennya, dan menawarkan beberapa bantuan.

Namun, sebuah nama kemudian muncul dalam kehidupan Jona. Dan, sialnya, ingatan yang telah hilang itu, kembali merangsek masuk, dan membuat hidup Jona jauh lebih kacau.

Kini, masa lalu itu datang sendiri kepadanya. Alasan untuk lupa ingatan tak sengaja terbongkar karena apa pun yang terkubur kuat dan dalam di alam bawah sadar, kini muncul ke permukaan seakan tsunami menyapunya dengan mudah. Tsunami itu bernama…nama.—Hal. 93

Mae.

Nama itu membuat hidup Jona semakin kacau. Ingatan masa lalu yang membuatnya sakit hati dan tidak terima dengan cinta yang tidak berpihak padanya sehingga ia memutuskan untuk menghilangkan ingatannya dengan cara yang cukup ekstrem. Hangover yang berlebihan.

***

Hhh, membaca novel ini saya jadi sadar bahwa galau tidak melulu terjadi pada perempuan, melainkan juga terjadi pada laki-laki. Galau membuat seseorang rapuh dan dapat melakukan apa saja di luar dugaan. Jadi, saya dapat sebuah pelajaran berharga nih. Apabila lagi terserang ‘galau’ hendaknya jangan dipendam sendiri. Paling tidak, jika ada seseorang mengulurkan tangannya untuk kita, jangan ditepis. Ah, Jona. Sayang sekali hidupmu…

***

Perubahan Jona dari lupa ingatan ke kembalinya ingatan Jona, saya rasa terlalu cepat. Dan saya juga belum paham benar mengapa sebuah nama bisa segitu gampangnya mengembalikan ingatan seseorang yang entah di mana.

Saya sempat penasaran dan menanti-nanti kapan kata ‘caraphernelia’ disebut di dalam cerita. Tapi, nyatanya hingga halaman terakhir, saya tidak menemukannya. Saya baru menemukannya setelah di akhir cerita, saya menyerah dan googling tentag apa itu caraphernelia. Sedikit kecewa sih, karena kita tahu dari pihak ketiga (yaitu mesin pencar google).

Pokoknya, saya gemes! Laki-laki seperti Jona ini, kenapa sih bisa galau ekstrem seperti itu? Kenapa ia memilih menyakiti diri sendiri? Hih, gemes dengan setiap kata-kata yang dihadirkan penulis saat Jona menjelaskan bahwa ialah yang pantas namun kemudian ia memilih untuk menyerah pada obat.

***

Over all, saya suka cara menulis Mas Jacob Julian. Rapi. Hampir tidak ada typo (hanya ada satu typo, tentang tanda baca saja).

Saya sarankan, saat membaca novel ini sambil mendengarkan lagu Lapang Dada – Sheila on 7, ya! Kuharus bisa…bisa berlapang dada…

Tujuannya satu, biar nggak gemes dengan kelakuan Jona karena terpuruk akan cinta.

Selamat membaca!

Rate : 3/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s