Meant To Be – Kalau aku menyapanya…

Jpeg

Jpeg

Judul : Meant to be

Penulis : Zee

Penerbit : PING!!!

Cetakan : Pertama, 2015

ISBN : 978-602-7695-95-5

***

Blurb :

Kepalaku berderu ketika mataku menangkap sosok itu, duduk sendirian disana sepertiku, tampak hampir tembus pandang di sisi jendela. Kepalaku berderu ketika otakku berputar brutal, mencoba memutuskan satu di antara dua pilihan. Haruskah aku menyapanya? Atau tetap menjaga kewarasanku dan tetap duduk disini?

Kedua pilihan itu berkeliaran di pikiranku, berkelebat dan berputar tanpa henti. Lalu, kilasan-kilasan bayangannya dan kemungkinan mengalir di kepalaku, menyuguhkan dari hasil kedua pilihanku.

Jika menyapanya hari itu, akan banyak hal baru yang akan kulakukan bersama Valid an teman-temannya. Tapi, juga ada banyak hal yang akan terkuak.

Jika tidak menyapanya hari itu, karierku akan bersinar bersama The Black Kit. Namun, akan banyak hunjaman tepat dihatiku.

Tapi, Tuhan selalu punya cara untuk membuat segalanya menjadi yang terbaik.

***

Hidup punya skenario. Skenario-Nya selalu misterius. Dan, sutradaranya adalah sutradara terbaik yang bisa kau harakan : Tuhan. Dia selalu membuat kisah penuh aksi dengan pelintiran heboh di akhir ceritanya.—Hal. 228

***

Hallo! Kali ini saya berkesempatan untuk kembali membaca novel dengan tema yang nggg cukup biasa, namun memiliki cara bercerita yang NGGAK SANTAI karena sungguh di luar dugaan. Mungkin saya kelihatannya norak, ya? Tapi, memang beneran deh, saya baru pertama kali membaca novel dengan cara bercerita yang seperti ini dan nggg jatuh cinta </3

“Kalau aku memutuskan menyapanya hari itu…”

 “Kalau aku memutuskan tidak menyapanya hari itu…”

Oh men, dua kalimat itu kelihatannya biasa, namun percayalah, saya berhasil dijungkirbalikkan dengan keduanya.

Reo (namanya imut banget!) adalah remaja kurus, berkacamata tebal dan rambut lurus yang super tebal. Ia mempunyai seorang sepupu, Faris namanya, yang almost perfect! Yang justru menjadikan Reo bayang-bayang.  Cerita dimulai saat Reo dan Faris mempunyai janji untuk bertermu di sebuah kafe dekat SMA Reo. Reo tiba duluan dan mendapati seorang gadis bernama Vali tengah duduk di tepi jendela dan memesan minuman yang sama, Ice Blended Hazelnut Latte.

Dan, perjalanan Reo bersama scenario kehidupannya muncul setelah ia menimang-nimang dua pilihan yang ada dalam otaknya…

“Kalau aku memutuskan menyapanya hari itu…”

 “Kalau aku memutuskan tidak menyapanya hari itu…”

***

Jadi bingung nih, apa yang mau saya ceritakan disini?

Pokoknya selama membaca novel ini, saya dikejutkan hanya dengan dua kalimat di atas :

“Kalau aku memutuskan menyapanya hari itu…”

 “Kalau aku memutuskan tidak menyapanya hari itu…”

Kejutannya seperti apa?

Salah satunya adalah nasib cinta remaja nanggung macam Reo. Dengan dua kalimat itu, saya disuguhkan dua nasib yang bertolak belakang, namun berorientasi pada orang yang sama, Vali.

***

Selama membaca novel ini, saya diperkaya dengan istilah-istilah jazz dan alat music saxophone karena Reo merupakan salah satu pemain alat music tiup itu. Banyak lagu-lagu jazz keren yang saya bela-belain searching di youtube karena penasaran kayak apa sih, lagu-lagu jazz yang ‘sebenernya’ itu? Dan, terima kasih karena sudah mengenalkan saya dengan musisi-musisi jazz dengan lagu yang bikin melted seperti Patsy Cline dan Frank Sinatra. (ketahuan saya kalo buta soal jazz hehehe)

Walaupun penulis sempat typo dengan menyebut Patsy Cline dengan ‘Patsy Line’ pada halaman 78, untungnya search engine youtube udah canggih ya. Jadi, saya nggak salah orang hehehe.

Well, selama membaca membaca novel ini saya enjoy banget. Hampir nggak ada gangguan karena ceritanya merupakan kehidupan sehari-hari anak remaja dan bahasa yang digunakan juga enak dibaca, jadi deh saya bacanya sekali duduk.

Sedikit saran dari saya adalah sepertinya warna cover novel ini agak too much dan tidak menonjolkan sisi jazzy seperti isinya. Mungkin kalo nggak ada ilustrasi orang main saxophone di cover-nya, saya bakalan mikir kalo novel ini akan diselipi musik-musik reggae atau yang biasa dinyanyiin di pinggir pantai hehehe.

Dari tokoh Reo juga saya dapat memetik sebuah pesan, bahwa kita harus melihat sesuatu dari dua sisi, lengkap dengan baik-buruknya dan konsekuensi yang akan menyertainya. Selanjutnya? Biarkan Tuhan sebagai sutradara mengatur scenario hidup kita.

Happy reading y’all!

Love, Arintya

Rate : 4/5

tumblr_md30btI4IA1rkutmao1_500

ps. aku berharap ini gambaran Reo sama his future girl on his next scenario hihihihi

Iklan

2 thoughts on “Meant To Be – Kalau aku menyapanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s