Kahve – Jangan Pandang Remeh Ampas Kopi

Jpeg

Jpeg

Judul : Kahve – Jangan Pandang Remeh Ampas Kopi

Penulis : Yuu Sasih

Penerbit : De Teens

Tahun Terbit : 2015

Cetakan : Pertama

ISBN : 978-602-255-894-2

***

“Saat orang sudah putus asa, hal seremeh apa pun akan dijadikan pegangan harapan.”—Hal. 82

***

Kahve, disebut juga Turkish Coffee atau kopi Turki. Merujuk pada proses penyajian kopi khas Turki yang mirip seperti penyajian kopi tubruk di Indonesia.

Di Black Dreams, sebuah kedai kopi di Jakarta, pelanggan yang memesan Kahve, mendapatkan bonus Tasseo. Tasseo merupakan seni membaca peruntungan melalui sisa daun teh, bubuk kopi, atau sedimen anggur di dasar gelas.

Kencana Pradhipta, seorang gadis yang ditinggal ‘pergi’ oleh orang-orang tercintanya, menemukan secercah harapan pada seni Tasseografi yang diajarkan oleh Farran, lelaki China-Arab, pemilik Black Dreams yang kini juga menghilang.

Kasus kematian Saras, kakaknya, dan Linda sang sahabat sedikit demi sedikit ia pahami melalui ampas Kahve yang mereka minum dengan cangkir yang masih tersimpan rapi di gudang Black Dreams.

***

Pertama-tama *berasa pidato* saya mau memberikan acungan jempol untuk penulis dari novel ini. Dapat ide dari mana, kok bisa mengangkat hal unik seperti ini menjadi kisah yang sukses membuat saya deg-degan, takut, khawatir dan melted dalam waktu yang bersamaan. Deg-degan saat Kencana bersama dalam satu ruang dengan di ‘predator’, takut karena si Ganteng Rasy diseret dalam sebuah kasus, khawatir saat Kencana berkunjung ke rumah paman Linda *takut dia diapa-apain* dan melted dengan hubungan Rasy-Kencana serta Farran-Kencana. Help!

Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, novel ini menceritakan tentang Kencana dan Kahve berserta seni Tasseografi yang dengan tidak sengaja membantunya dalam mengungkap misteri kasus kematian orang-orang disekitarnya. Semacam cerita detektif, kan? Tapi percayalah, ini lebih indah dan menantang dari itu. Hahaha.

Kalau saya boleh berpendapat, novel ini bergenre fiksi-fantasi-bumbu romance dan adventure!  *inigenremacamapa?

***

Jika ditilik dari segi cover, eye-catching banget! Hitam dan misterius! Dapet banget dan pas dengan apa yang disuguhkan oleh penulis didalamnya. Dari segi isi, saya angkat tangan. Unik! Namun, mungkin akan lebih unique apabila Tasseografi lebih diexplore lagi. Dan, saya menuntut penjelasan tentang hilangnya Farran Al-Fayd! Kemanakah ia sebenarnya? Mengapa ia tiba-tiba menghilang? Mengapa ia baik banget dan mau menularkan ilmu Tasseo-nya pada Kencana?*maafbanyaknanya* tapi memang itu yang membuat saya penasaran hingga akhir cerita.

Namun, dari tata layout halaman, saya agak (maaf) risih dengan ilustrasi sebuah cangkir dengan lambang Shamrock (semangi 3 helai) dan Raven (gagak hitam) yang ada pada setiap bab baru. Mungkin kalau hanya sebuah cangkir saja, nggak pa-pa. Tapi lambang Shamrock dan Ravennya hehehe….

Jpeg

Jpeg

Well, selamat membaca. Saya sarankan bagi kalian yang hobi menyesap kopi, untuk membaca novel ini. Niscaya kalian akan lebih penasaran dengan Tasseografi. Hahaha.

Rate : 4.5/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s