Glamo Girls – Kisah Seminggu yang Mengubah Dunia

Jpeg

Judul : Glamo Girls – Kisah Seminggu yang Mengubah Dunia

Penulis : Ragil Kuning, dkk

Penerbit  Senja

Cetaka : Pertama, 2015

ISBN : 978-602-255-611-4

***

Blurb

Apa jadinya jika cewek-cewek gehol tinggal di pulau yang…penduduknya hidup sederhana?

Gina, Lala, dan Monic menamakan diri sebagai Glamo Girls. Ketiga cewek yang sering dijuluki Tiga Meong ini masing-masing naksir pada tiga cowok ganteng di kelas mereka, yaitu Adam, Bastian dan Tomy. Nmaun, cita mereka bertepuk sebelah tangan.

Atas ide Adam, teman-teman sekelasnya di SMA Labsky bersekongkol untuk mengirim Glamo Girls sebagai perwakilan kelas ke acara baksos tahunan di Pulau Sabira, di Kepulauan Seribu, selama seminggu.

Di sana, mereka dititipkan di keluarga yang hidup sederhana. Mereka mendapat kamar yang isinya hanya balai-balai kayu tanpa kasur, beralas tikar pandan yang rusak di bagian ujungnya. Tapi, di rumah itu ada Bayu, cowok ganteng anak Bu Inah. Omaaakkk…!

It’s funny, entertain, and heart touching.

So, happy reading!

***

Glamo Girls, seperti yang tertera pada blurb di atas, merupakan tiga orang cewek ‘glamo’ yang menjadi center dari cerita di novel ini. Mereka bisa dibilang sebagai ‘primadona’ di sekolah karena kelakuan mereka yang ajaib.

Glamo Girls di pikiran saya adalah tiga cewek yang berdandan ‘overdressed’. Karena ya, mereka masih kelas X, dan agak to much aja jika menghadiri acara baksos dengan tanktop dan printilan-printilan yang lain.

Ya, namanya juga cerita kehidupan anak SMA, pasti nggak jauh-jauh dari CINTA. Begitu pula kehidupan Glamo Girls, yang tambah berwarna dengan kehadiran Adam, Bastian dan Tomy, meskipun cinta mereka hanya bertepuk sebelah tangan. *pukpuk

Karena kelakuan ajaib Glamo Girls tersebut, Adam, mengusulkan untuk mengikutsertakan mereka bertiga dalam kegiatan Baksos di Pulau Sebira, Kep. Seribu. Dan, bisa ditebak kan, gimana ekspresi Glamo Girls saat itu?

***

Cerita Glamo Girls ini ringan, pembaca tidak dituntut untuk mikir yang berlebihan. Dan yang paling seru adalah, ceritanya mengalir, saya jadi tidak perlu bolak-balik halaman untuk membaca ulang karena ketinggalan atau lupa dengan bacaan sebelumnya.

Ya, walaupun penulis menyuguhkan cerita ‘agak berlebihan’ namun justru membuat saya tambah gemas dengan Glamo Girls. Terlebih saat mereka gegabah memutuskan untuk pulang naik pesawat malam itu juga -___-

Selanjutnya, pada bagian kaver, Glamo Girls digambarkan dengan pakaian seksi, menenteng tas belanja dan berjalan bak seorang model. Namun, setelah membaca keseluruhan cerita, saya tidak mendapatkan gambaran tersebut melekat pada sosok Glamo Girls. Mungkin, akan sedikit ‘ngena’ apabila penulis menyisipkan beberapa brand fashion terkenal seperti Louis Vuitton, Prada atau Hermes yang sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari anak muda macam Glamo Girls.

***

Dari cerita pengalaman Glamo Girls baksos ke Pulau Sabira, dapat diambil sebuah pelajaran. Bahwa terkadang hal-hal kecil bisa mengubah orang. Seperti Glamo Girls, mereka sedikit berubah saat melihat kesederhanaan dari Keluarga Bu Inah, tempat mereka tinggal selama seminggu di Pulau Sabira.

Dengan semangat, Glamo Girls memulai kehidupan barunya untuk berubah menjadi cewek baik yang dicintai banyak orang.—Hal. 162

Well, selamat membaca bagi kamu yang membutuhkan bacaan segar seperti ini!

Rate : 2/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s