Learning from Butterflies – Happily Ever After Never Exists

Judul : Learning from Butterflies

Penulis : Karina Nurherbiyati

Penerbit : PING!!!

Editor : Diara  Oso

Tahun : 2015

ISBN : 978-602-255-835-4

 ***

 Blurb

Olga :

“Gue sedang dalam proses mengejar mimpi gue, Ju. Menjadi anak yang membanggakan orang tua gue, dan menjadi cewek yang pantas buat elo…I’ll be brave and strong. I’ll work smartly and be the best in my field.”

Juandra :

“Gue merasa gue hanyalah cowok slengekan yang bersembunyi dibalik kedok anak NTU-nya, gue bahkan nggak berani ngasih egg tart itu sendiri.”

Sama-sama pintar dan kuliah di Singapura. Olga anak fashion management dan Juandra anak mathematical sciences. Keduanya berjuang untuk meraih impian. Lalu, setelah serangkaian momen yang tadinya membuat mereka sering bertengkar, saat itulah the-so-called chemistry menghampiri…

tumblr_n2037lnS591rpcvqdo1_1280-750x536

Saya setuju dengan kutipan di atas. Bahagia selamanya itu nggak pernah ada, kecuali kalau orangnya mau berusaha dan berdoa. Duh, belum apa-apa aja saya udah kepincut nih sama novelnya.

Btw, novel ini menceritakan tentang kehidupan mahasiswa abroad yang berada di Singapura. Olga, Enggar, Juandra dan Salman. Olga dan Enggar kuliah di LESSALE College of the Art, sementara Salman dan Juandra di NTU. Sebenernya ceritanya standar, menggambarkan kehidupan mahasiswa perantauan, cuci-setrika, punya masalah dengan roommate, dan pahit manis bergabung dalam organisasi mahasiswa daerah asal (dalam cerita ini organisasi mahasiswanya PPI—Persatuan Pelajar Indonesia), namun yang membuat saya jatuh hati adalah bagaimana si penulis membawakan cerita yang standar itu, mengemasnya menjadi ‘nggak biasa’ dan ‘nggak berlebihan’ seperti kebanyakan novel dengan latar belakang luar negeri lainnya. #ups

Namanya juga mahasiswa, pasti kehidupannya lekat dengan tugas yang nggak manusiawi (saking banyaknya), konflik dengan orangtua serta teman, dan CINTA. Dari pertama kali membawa judulnya yang ‘Learning from Butterflies’ saya kira akan disuguhkan dengan cerita mahasiswa yang mengambil major ‘Animal Science’ #apasih, tapi setelah baca blurb di belakang, ternyata jauh banget! Kebanyakan cerita menggambarkan kehidupan mahasiswa NTU (semacam kampus dengan ilmu matematika dan teknik) dan LESSALE (semacam kampus khusus untuk mempelajari seni) di Singapura.

Jadi Learning from the Butterflies itu apa hubungannya dengan kehidupan mahasiswa Olga-Enggar-Salman-Juandra?

Masih inget proses metamorfosis dari kupu-kupu nggak? Itu lho pelajaran IPA dasar? Dari telur-ulat-kepompong-kupu-kupu? Menurut saya sih, menceritakan bagaimana proses mereka menjadi mahasiswa dengan mata uang yang berbeda, jauh dari ortu, pokoknya berjibaku dengan akademik hingga akhirnya, mereka yang awalnya seperti ulat (atau kepompong, ya?) sedikit demi sedikit berubah menjadi kupu-kupu.

Karya-karya fashion dari Olga dan Enggar dibahas di majalah Nylon (salah satu majalah fashion yang nge-hits!) dan Salman serta Juandra yang muali magang di perusahaan Internasional beda Negara.

***

Well, selain kutipan di atas, saya juga tertarik dengan percakapan Imelda—Salman, walaupun hanya di dalam mimpi, tapi…ya berasa aja. Ngena!

Know what? I Always want to study in Singapore. To study psychology at NUS and God doesn’t give me that chance. Elo harus gunakan waktu elo di Singapura sebaik mungkin, hargai orang tua lo dan juga rezeki yang Tuhan kasih. Banyak orang kaya ingin belajar di NTU tapi ada aja alasan yang menghambat, ada juga anak pinter yang terbentur biaya. Elo dapat dua-duanya. Jangan sia-siakan.”–Hal.226

Panjang, ya? Tapi berkat dialog tersebut, saya berasa merefleksikan diri. Dulu saya ingin banget kuliah di Agriculture Dept. Kasetsart Univ Thailand. Kebetulan ada tawaran beasiswa, saya belajar dan mempersiapkan segalanya, and well, God doesn’t give me dat chance. Saya mungkin harus berjuang di Indo dulu. Mungkin waktu itu Tuhan ngasih kesempatan ke orang lain yang bener-bener butuh. Hehe maaf jadi curhat L

Oh iya, saya juga sempat ngakak sewaktu membaca istilah yang diberikan pada Reksagelora, si ketua PPI NTU sekaligus ketua PPI Pusat.

Reksagelora—atau biasa dipanggil Echa yang menjabat sebagai ketua PPI NTU yang juga kebetulan menjabat sebagai ketua Persatuan Pelajar Indonesia as the fourth president from Nanyang Technological University which has been choosen by most of the Indonesian student from different institutions…—Hal. 105

Btw, Reksagelora itu cewek atau cowok, ya? #pertanyaannggakpenting

Gosh, ternyata ada satu lagi yang menarik. Ini bisa digunakan sebagai kata-kata motivasi dari Salman.

“Tapi, basisnya, Si Eno, kayaknya bentar lagi pulang dan memilih untuk main musik aja di Jakarta. Nggak kuat dia kuliah sini, dari empat pelajaran, failed tiga. Ke laut aja itu sih kalo gue jadi dia, kasian ortu bayar mahal-mahal.”—Hal. 138

Ke laut aja ya Rin, kalo masih suka ngeluh tugas kuliah numpuk dan GPA masih segitu-gitu aja.

Nah, dari beberapa kutipan yang menarik (yang saya masukkan ke dalam poin kelebihan), ternyata ada beberapa (yang kemudian saya masukkan ke dalam poin kelemahan).

Ada beberapa kata yang tidak konsisten terdapat di dalam novel ini. For yeah, simple things sih,  kayak panggilan Olga ke Enggar yang kadang-kadang ‘Gar’ atau ‘Nggar’, istilah ‘gue’ dan ‘gua’ yang diucapkan Olga dalam satu kalimat dan penyebutan ‘Geneva’ dan ‘Jenewa’ pada bab terakhir.

***

Bagi temen-temen yang bosen (banget) sama novel dengan setting di luar negeri dan bahasannya gitu-gitu aja, saya sarankan, “Mendingan baca novel ini aja, deh! Nggak rugi. Siapa tahu bisa nyusul salah satu karakternya untuk belajar di Negeri Singa juga.”

Happy reading!

 Jpeg

Jpeg

Rate : 3.5/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s