[Tips] Membeli Buku

IMG_20140927_065715

Buku adalah jendela dunia. Aku setuju banget dengan slogan itu. Karena dengan buku, aku nggak perlu lagi pergi ke Istanbul, untuk menikmati sepotong balik ekmek dengan potongan tuna dan daun selada yang bikin ngiler. Karena buku juga aku jungkir-balik jatuh cinta dengan tokoh fiksi yang dengan kurang ajar selalu kurindukan, bahkan saat di akhir cerita hidupnya. Dan, dari buku pula, aku mengetahui bagaimana kehidupan seorang bankir, fashion editor, fotografer, hingga dunia kedokteran.

Disini, aku akan sedikit memberikan tips membeli buku. Tapi, mungkin akan cederung ke buku fiksi karena…aku cinta dunia fiksi. Lebih cinta dari dunia buku panduan praktikum. *Dilempar mikroskop*

Pertama, yang harus kamu punya adalah uang. Karena dengan uang kamu bisa membeli buku.

 

Memang sih, uang itu bukan segalanya, tapi segalanya bakalan terwujud dengan salah satunya dengan uang. Termasuk dengan membeli buku. Kecuali kamu punya voucher diskon. Tapi tetep aja kamu harus pake uang untuk menukarkan voucher ritu menjadi sebuah buku. Hahaha

Ada beberapa cara untuk kamu yang punya masalah dengan keuangan untuk membeli buku. Khususnya untuk kamu yang belum punya penghasilan sendiri, tapi setiap lewat toko buku selalu ngiler.

1. Buat celengan khusus untuk beli buku. Hal ini udah umum kok. Kalo di web atau blog-blog biasanya memasang banner ‘Coins for books’ atau ‘Koin untuk Buku’. Kamu tiap hari harus masukin recehan sisa jajan atau kembalian laundry ke dalam celengan. Inget ya TIAP HARI. Nanti lama-lama koin-koin atau recehan itu akan penuh dan pada saatnya bisa kalian gunakan untuk beli buku. Misal dalam satu hari kamu masukin dua koin seribuan ke celengan. It means kamu akan dapet 2x1000x30=60.000. Enam puluh ribu rupiah itu bisa buat beli buku.

2. Sisihkan uang jajan. Ini berlaku pada semua sistem pemberian uang jajan. Baik harian, mingguan, ataupun bulanan. Sisihkan paling tidak 10% dari uang jajanmu. Intinya sih, rajin-rajin aja menabung! :3

Pastikan kamu udah menentukan pilihan mau beli buku apa sebelum ke toko buku.

transascity.org

Ini penting banget. BANGET. Biar kamu nggak gagal fokus. Buat mengefisiensikan waktu juga selama kamu hangout ke toko buku. Dan, yang paling penting, menghindari LAPER MATA. Kalau bisa udah ditulis di selembar kertas judul dan pengarangnya. Oh iya, pastikan juga bukunya masih available atau nggak. Kamu bisa memanfaatkan website setiap toko buku.

Kenali siapa penulisnya dan genre cerita

cdn.screenrant.com

Ini juga nggak kalah penting. Aku biasanya beli buku dari pengarang-pengarang tertentu yang udah aku tahu sebelumnya. Tentu saja tiap pengarang punya taste yang berbeda dalam tulisannya. Genre cerita juga jangan lupa ditentuin, ya! Biasanya, beberapa penulis akan menulis beberapa genre cerita tertentu. Menurutku itu akan memudahkan kita untuk memutuskan buku siapa yang harus dibeli dan genre ceritanya.

Yang terakhir adalah, pastikan kamu ada niat dan waktu untuk baca buku yang kamu beli.

static.guim.co.uk

Ini adalah salah salah satu penyakit yang sering disebut laper mata. Begitu dateng ke toko buku atau pameran buku, langsung beli. Begitu liat covernya lucu, langsung beli. Begitu liat ada diskon buku, langsung beli. Kalo aku, akibat dari laper mata ini adalah telantarnya nasib buku-buku baru yang bahkan masih ada segelnya ini. Karena dari awal nggak ada niat untuk baca, melainkan hanya laper mata.

Oke, sekian tips random dalam membeli buku kali ini. Semoga kalian nggak bosan atau bahkan ngeblock blog ini saking randomnya postingan-postingan di dalamnya.

Arintya
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s