Hujan Pertama untuk Aysila – Aysila Dilara

IMG_20150504_102729

Judul : Hujan Pertama untuk Aysila – Aysila Dilara

Penulis : Edi AH Iyubenu

Penerbit : Diva Press

Tahun : 2015

ISBN : 978-602-7695-88-7

***

Blurb

Suara kecil dari balik jendela kafe yang terkuak d sebelah kursi Aysila itu terdengar begitu lamat. Nyaris punah ditelan bising hujan. SUara yang amat dikenal Aysila dengan baik, yang begitu karib dengan hari-harinya.

Setelah diam beberapa jenak untuk berpikir, Aysila menjulurkan kedua lengannya ke luar jendela, memenuhi pinta suara yang lirih itu. Ia biarkan tubuhnya ditarik dari luar dan hinggap sempurna dalam pelukan tubuh yang hangat itu.

HUja kian mengendur. Hujan kian menyusut. Tapi tidak dengan sepasang kelopak mata Aysila yang katup. Air hangat yang tak sanggup lagi dibendung tanggul hatinya yang kian nganga dibabat luka begitu deras menetas ke dagu dan lehernya, dan sebagian lainnya jatuh ke tanah, larut bersama air hujan kemudian melesat entah kemana…

***

Yeaay, kali ini saya mendapat kesempatan untuk membaca kumpulan cerpen lagi! Bukan kumcer sembarangan, melainkan kumpulan cerpen karangan Pak Edi, Rektor #KampusFiksi. Kumcer ini mempunyai satu benang merah, yaitu Aysila Dilara. Diceritakan dengan cara yang berbeda pada setiap cerpennya. Aysila Dilara diceritakan berbeda-beda, antara satu cerpen dengan cerpen lain berbeda Aysila.

“Saya memang memiliki kesukaan tersendiri untuk menggunakan nama tokoh Aysila. Saya terlalu sering menggunakan namanya sebagai tokoh utama cerita-cerita saya.”—Hal. 13

***

Kumcer ‘Hujan Pertama untuk Aysila’ ini terdiri dari 12 cerita. Beberpa judul cerpen cukup panjang (dibandingkan dengan judul cerpen-cerpen pada umumnya) seperti :

  1. Hujan Pertama untuk Aysila

  2. Kue Tart yang Setia Dijaganya

  3. Lelaki yang Menciumi Jendelanya

  4. Madame Tussaud

  5. Orang-orang yang Mengganti Hatinya dengan Batu

  6. Seekor Elang di Orchard

  7. Menangkap Nawang Wulan

  8. Cerita Kesetiaan Gadis Berponi Curly

  9. Kutunggu Kamu di Hagia Sophia

  10. Cara Mudah untuk Bahagia

  11. Lelaki yang Penuh Kenangan

  12. Tukang Cerita yang Tak Lagi Jatuh Cinta pada Telepon Genggamnya.

***

Dari keduabelas cerpen yang disajikan penulis, saya tertarik dengan tiga diantaranya. Madame Tussaud, Orang-orang yang Mengganti Hatinya dengan Batu dan Kesetiaan Gadis Berponi Curly.

Madame Tussaud

Saya tertarik dengan cerpen ini karena gaya menulisnya yang unik. Pertama penulis menceritakan tentang kisah lampau asal mula patung lilin karya Madame Tussaud. Kemudian pembaca dilempar ke masa sekarag, dimana, Aysila Dilara dan temannya tengah menikmati karya-karya Madame Tussaud di Singapura. Detik berikutnya, pembaca dikembalikan ke masa lalu, dimana pemenggalan kepala keluarga kerajaan terjadi. Akhirnya, pembaca dilempar lagi ke masa sekarang, di tengah-tengah karya Madame Tussaud.

Orang-orang yang Mengganti Hatinya dengan Batu.

Walaupun saya tidak terlalu paham apa korelasi antara wine, babi dan kekasih ajudan yang gemar mendengar cerita seks via telepon, namun saya berhasil mendapatkan pesan dari cerpen ini. (Setelah bermenit-menit membaca ulang), don’t judge a book by its cover. Jangan mengira watak seseorang dari penampilan luarnya. Bisa saja, orang-orang berjas dan berambut klimis yang dihormati, memiliki kelakuan-kelauan ajaib di luar dugaan.

.

Cerita Kesetiaan Gadis Berponi Curly.

Saya suka cerita ini karena mengeksplorasi tentang kesetiaan. Di dalamnya juga terdapat kutipan indah tentang kesetiaan yang diibaratkan dengan rasa asin.

“Aku ingin belajar setia pada asin yang selalu memberikan rasa yang sama pada air laut, dalam pasang yang sama.”—Hal. 107.

 ***

Walaupun sebagian cerpen saya tidak paham bagaimana maksudnya, tapi pilihan diksi yang digunakan penulis itu lho, unik. Jadi, saya benar-benar membaca kumcer ini sampai belakang. Saya juga sempat membaca beberapa cerpen berulang kali. Hasilnya, ada yang paham dengan maksudnya (seperti cerpen ‘Orang-orang yang Mengganti Hatinya dengan Batu), yang lainnya gagal paham. Hehehe 😀

Well, selamat membaca!

Rate : 3/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s