Penggores Kenangan – Aku, Kamu dan Saya

IMG_20150502_134855

Judul : Penggores Kenangan

Penulis : Adhiati AP

Cetakan : De Teens

Cetakan : Pertama, Desember 2014

ISBN : 978-602-255-767-8

***

BLURB

Tante Dani tak pernah setuju jika Wira pacaran dengan Kia yang disleksia. Namun, tiba-tiba perempuan itu malah menerima Kia sebagai pacar anaknya. Kia merasa bahagia, perjuangannya selama ini tak sia-sia. Waktu berpihak padanya.

Tapi…

Setelah kecelakaan, orang-orang tercintanya bersikap aneh, termasuk Wira. Rasa bahagia yang sedemikian besar membuat Kia tidak mau berpikir rasional. Padahal, semua keanehan itu tidak lain untuk menyembunyikan sebuah rahasia besar yang berkaitan dengan Sang Waktu.

Jika hal terbaik adalah berdamai, maka waktu akan member setitik harapan dari keputusasaan.

***

disleksia

Saya, seekor kucing berbulu putih yang gemuk, menjadi awal resminya hubungan Kia dan Wira. Tak peduli bahwa Kia adalah seorang disleksia, pemuda asal Solo itu menjalani hubungan pacaran walaupun tanpa restu sang ibu. Kemudian ada Adhit, pemuda yang dikatakan jenius ini adalah kakak Wira. Adhit yang berada di semester ‘tua’ bangka agaknya terserang sindrom ‘malas-ngerjain-skripsi’, ia lebih banyak di rumah, do nothing dan sesekali menjaili Wira.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Kia dan Wira. Kia seorang disleksia dan Wira adalah seorang mahasiswa jurusan arsitektur yang sudah menyukai Kia semenjak mereka sekolah dasar. Adhit, kakak Wira, sebenarnya juga menyukai Kia, namun setelah sesuatu terjadi pada Wira, ia merelakan Kia untuk bersama dengan adiknya itu. Tante Dania tau mama Wira, awalnya orang pertama yang menentang hubungan anaknya dengan Kia. Bahkan, ia sempat mencemooh Kia yang disleksia.

“Kenapa? Kamu masih bisa tanya kenapa? Mami kirim kamu ke luar negri sekalian biar nggak bisa ketemu sama gadis bodoh ini!”—hal. 23

Time do flies.

Ketidaksukaan Tante Dani pada Kia tiba-tiba menghilang, setelah Wira kecelakaan. Tante Wira menyambut hangat kehadiran Kia di tengah-tengah keluarga mereka. Bahkan, Kia diundang untuk makan malam bersama dan main catur dengan Papi Wira. Berubahnya sikap Tante Wira, diikuti oleh berubahnya sikap Wira kepada Kia. Wira yang tadinya tidak suka belajar, sekarang menjadi bertemankan buku dan setumpuk tugas. Wira yang dahulu selalu jail pada Kia, kini menjadi dingin dan tampak berbeda.

Kia heran. Ia bingung. Apa yang sebenarnya terjadi?

Ternyata, setelah Wira mengalami kecelakaan, diketahui ia mengidap penyakit kanker lambung. Wira pun menutupi penyakitnya itu dari Kia, hingga saatnya tiba, Wira akan memberi tahu Kia semuanya.

Well, saya suka bagian dimana Wira mengajak Kia jalan-jalan dengan pakaian serba kuning. Menurut saya, itu adalah isyarat perpisahan yang coba dihadirkan WIra untuk Kia, tapi…Kia belum sadar juga. Lalu, saat Wira mengajak Kia ke Stasiun Purwosari. Disana, di salah satu gerbong kereta, Wira memberi tahu semuanya. Tentang penyakitnya, tentang perubahan sikapnya dan tentang perpisahan yang mau tidak mau akan mereka lalui. Boleh ambilkan saya tisu?

***

Cerita dari novel ‘Penggores Kenangan’ ini menarik. Jadian dengan kucing di antara mereka—hubungan yang tidak disetujui (disleksia dengan pemuda tampan namun konyol)—kanker—perubahan sikap—agedan di gerbong kereta—perpisahan. Tapi, agaknya penulis masih bingung harus menonjolkan sisi mana. Penulis menceritakan tepi-tepi dari semua bagian, namun dengan begitu saja digantungkan. Seperti perubahan sikap Tante Dani dan Kia. Tante Dani dari yang awalnya benci, jadi terlihat welcome dan hangat pada Kia. Begitu pula dengan Kia, awalnya ia pendiam dan dingin pada Wira, berubah jadi gadis periang dan perhatian pada Wira.

Kehadiran Saya, si kucing gemuk berbulu putih sebagai saksi penyataan cinta Wira pada Kia juga tampak ‘dianggurin’ di akhir cerita. Padahal, di awal-awal cerita, kucing ini sempat menjadi primadona di cerita hubungan Wira-Kia dan sosoknya terpampang di cover depan. Oh iya, tentang penyakit Wira juga apabaila di explore lebih kuat lagi akan menghidupkan suasana. Pembaca (seperti saya) menuntut untuk lebih tahu banyak tentang penyakit yang selama ini disembunyikan oleh Wira itu. Kanker lambung? Mungkin kalau diberi istilah kedokteran mengenai kanker lambung akan lebih endes! *aduh bahasanya…sungkem.

The last, sampai sekarang saya masih bertanya-tanya tentang puzzle yang digunakan pada background cover depan. Adakah hubungannya dengan cerita atau hanya pattern biasa?

Rate : 2/5

 Nb : jalan ceritanya mirip MV Bigbang dengan judul Haru. Ceritanya tentang perpisahan oleh penyakit dan si penderita menyembunyikan penyakitnya dari pasangan. Tapi bedanya yang menderita penyakit adalah si wanita.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s