Jibita O Mrta – Yang Hidup dan Mati

IMG_20150208_104858

Judul : Yang Hidup dan Mati

Penulis : Rabindranath Tagore

Penerjemah : Sovia Veronica Purba

Penerbit : Diva Press

Cetakan : Pertama, Desember 2014

ISBN : 978-602-255-771-5

***

Mungkin sebagian orang akan bertanya siapa sih Rabindranath Tagore itu? Begitu pula dengan saya yang baru pertama kali ini membaca karya-karya beliau. Untuk itu saya akan tampilkan profil Tagore terlebih dahulu.

Untitled

***

Blurb

Cerita-cerita Tagore melukiskan segala hal tentang Bengali. Setiap lembarnya menggambarkan kepekaannya terhadap kepedihan dan penderitaan. Kita dapat menemukan ketidaksetujuannya terhadap pernikahan dini dan sistem mahar, perubahan hubungan tuan tanah dengan petani penyewa, semakin dalamnya jurang pemisah antara kota dan desa, hancurnya keadilan, pendiskriminasian kemanusiaan, hingga kekejaman dan korupsi pegawai.

Tagore adalah penulis Bengali yang mulai melihat cerpen sebagai sebuah bentuk seni yang serius, dan bukan sekadar hiburan untuk mengisi halaman-halaman majalah; ia adalah orang pertama yang menulis tentang kehidupan nyata dan kontemporer, dan bukan sejarah romantic ataupun mitos.

Kumpulan cerita terpilih ini patut dibaca untuk mengenal lebih jauh karya-karya Tagore. Selamat membaca!

***

Di dalam buku ini terdapat 30 cerita pendek pilihan yang ditulis oleh seorang Bengali bernama Rabindranath Tagore. Gaya bercerita Tagore seperti dongeng, sehingga saya dibuat hanyut dalam setiap cerpen yang ada. Ada makna implisit yang sengaja disembunyikan oleh Tagore pada setiap cerpennya. Sepertinya beliau ingin menggunakan cerpen tidak hanya untuk hiburan semata, melainkan untuk menyalurkan kritik sosial.

Judul buku ini diambil dari salah satu judul cerpennya, yaitu ‘Yang Hidup dan Mati’. Menurut saya merupakan keputusan jitu karena cerpen ‘Yang Hidup dan Mati’ mempunyai keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan cerpen-cerpen lainnya.

 Yang Hidup dan Mati

Seorang janda hidup sebatang kara. Tanpa suami, tanpa anak dan tanpa saudara. Ia hanya bertemankan seorang anak angkat, yang tak lain adalah keponakannya. Janda tersebut bernama Kadambini. Ia dan anak angkatnya tinggal bersama Sharadashankar, seorang zamindar di daerah Ranihat. Suatu hari, Kadambini dikabarkan meninggal. Detak jantungnya sudah tidak ada. Untuk itu, si tuan rumah segera memerintahkan bawahannya untuk melakukan upacara kremasi di sebuah pondok nun jauh dari pemukiman. Singkat cetita,dengan kuasa Sang Pencipta, Kadambini hidup kembali. Ia kemudian tinggal di rumah salah seorang teman hingga berbulan lamanya, sampai suatu ketika temannya itu tidak sengaja telah mengusirnya secara halus. Teman Kadambini tersebut tidak sadar bahwa sebelumnya Kadambini telah dinyatakan meninggal dunia. Begitu mengetahui hal tersebut, teman Kadambini langsung murka dan membuat Kadambini berteriak histeris sembari berlari keluar rumah. Akhirnya ia kembali ke rumah Sharadashakar untuk mengobati rindu pada anak angkatnya. Mengetahui Kadambini kembali ke rumah, seisi rumah gempar. Sampai si empunya rumah tahu dan menganggap Kadambini hanyalah hantu. Kadambini hanya bisa memekik, “Aku tidak mati, aku tidak mati, aku tidak mati!” lalu melompat ke sebuah kolam.

Kadambini telah membuktikan lewat kematiannya bahwa ia belum mati.—Hal. 56.

Cover

Cover buku ini menggambarkan salah satu setting pada cerita ‘Yang Hidup dan Mati’. Sebuah pondok yang jauh dari pmukiman penduduk, tempat dimana Kadambini hendak dikremasi. Menuut saya, pemilihan ilustrasi pada cover tersebut sudah tepat, karena menggambarkan judul yang dipakai pada cover utama. Selain itu juga menggambarkan gaya penulis yang kontemporer. Namun, penggunaan tiga jenis font dalam cover utama membuat saya agak terganggu. Terkesan dipaksakan.

cover

Glosarium

Saat pertama kali membaca, saya sempat heran karena tidak ada catatan kaki pada setiap cerpen. Padahal, disana banyak istilah yang menuntut penjelasan lebih. Namun, begitu rampung, saya baru menemukan adanya glosarium di halaman belakang.

IMG_20150210_075828

*maafkan kualitas fotonya -_-

Catatan Blibiografi

Catatan Bibliografi berisi tentang judul asli dari setiap cerpen dan tempat cerpen-cerpen Tagore pernah dipublkasikan beserta cerpen yang telah dialihbahasakan.

IMG_20150210_075858

Well, setelah membaca buku ini, wawasan saya bertambah. Jujur saja, baru pertama kali ini saya membaca karya sastra Bengali. Buku ini patut dibaca untuk lebih mengenal karya-karya Tagore yang berupa cerpen dan puisi.

Selamat membaca!^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s