4

The Chef – Looking for ‘Pangeran Puding’

IMG_20150217_065736

Judul : The Chef – Looking for ‘Pangeran Puding’

Penulis : Hanna Enka

Penerbit : Mazola

Cetakan : Pertama, 2015

ISBN : 978-602-255-689-3

***

Blurb

Feba merasa masa lalunya seolah-olah kembali berjalan menghampiri begitu ia menginjakkan kaki di Miami. Keputusan gadis itu untuk kembali ke Miami selain meniti karier menjadi koki, memang untuk menemukan pangeran pudingnya.

Pejalanan panjang Feba mencari pangeran pudingnya mempertemukannya dengan cerita baru. Membimbingnya menemukan kembali keluarga, cinta, persahabatan, dan tentu saja resep-resep baru.

“Sekarang, aku mengerti. Ternyata ini maksud perkataan Jamie Oliver, masakan yang enak tidak selalu harus buatan tangan.”

***

“Makanan memang selalu bisa membangkitkan ingatan seseorang.”Hal. 83

Baca lebih lanjut

0

Miminlicious – Tak Ada Mimin yang Tak Retak

IMG_20150212_092355

Judul : Miminlicious – Tak Ada Mimin yang Tak Retak

Penulis : MinCob

Penerbit : Diva Press

Cetakan : Pertama, Januari 2015

ISBN : 978-602-255-800-2

Harga : Rp. 38.000,-

***

Blurb

Alkisah…

Setelah menonton Twilight, seorang pemuda jadi rajin berkaca. Dia mematut-matut diri, mulai dari rambut, warna kulit, hingga biseps dan trisepsnya. Lama kemudian, dia pun bergumam, “ Hih! Kok nggak mirip si Jacob, sih!”

Sejak itu, dia terobsesi…dan muncul dalam jagat maya melalui akun @divapress01. Kehadirannya selalu dinanti followers. Banyak yang tergila-gila, nggak sedikit yang iri hati. Ototnya dari kawat, biar jempolnyabisa ngeladenin pertanyaan-pertanyaan followers yang ajaib. Tulangnya dari besi…*Ish! Siapakah Jacob sebenarnya?

Sebuah fanpage dan akun eksis karena dukungan para followers. Jadi, seajaib apapun seorang followers, seorang admin dituntut untuk melayani mereka. Kita akan kuak bersama bagaimana keseharian Jacob, seorang admin yang baru naik daun *juga naik darah karena tiap hari dikerjain followers.

*** Baca lebih lanjut

0

Haseki Sultan – Selir Istimewa Sultan dari Rohatyn

IMG_20150203_074415

“Aku haseki sultan. Putraku adalah putra mahkota.”

 Blurb

Sejak awal, harem telah meramaikan pesta peradaban manusia. Harem menjadi simbol kedigdayaan kaum lelaki. Istana Harem dibangun sebagai wadah, pajangan para wanita cantik, sekaligus tempat menyemai para pewaris.

Di salah satu sudut Istana Topkapi, di area yang selalu dipenuhi semerbak aroma wangi, Istana Harem mengumpulkan ratusan gadis cantik. Mereka menunggu kesempatan untuk hadir di peraduan sultan. Berasal dari Rohatyn, Roxelana menginjakkan kakinya di Istana Topkapi. Ia membawa serta mimpinya utuk dipersembahkan dalam sejarah Kekaisaran Ottoman.

Namun, dunia harem adalah dunia persaingan. Maka tak heran, harem tumbuh menjadi area remang-remang yang penuh intrik dan persekongkolan. Di balik hilir mudik tubuh-tubuh sensual, mengalir gelombang pergulatan yang bahkan lebih dahsyat dibanding ombak Selat Bosporus. Baca lebih lanjut