Separuh Kaku – Cintaku di KRL Ekonomi Cilebut-Depok

Untitled

Judul : Separuh Kaku – Cintaku di KRL Ekonomi Cilebut-Depok

Penulis : Setiyono Bardono

Penerbit : Senja

ISBN : 978-602-79668-97-4

***

Dengar laraku…

Lama berdiri membuatku ngilu…

Karena separuh kaku…kakiku…

“Separuh Kaku by OnAh”

Lagu di atas menjadi saksi bisu awal mula perjalanan Panji di tengah KRL yang penuh sesak. Pada saat itu pula, terjadi peristiwa yang paling eyouhhh yaitu peristiwa ingus yang membawanya menuju seorang yang bernama Wati.

Panji menatap dengan jijik cairan hijau kental yang membasahi lengan bajunya.—Hal.11.

Hingga datanglah seorang Wati yang memberinya selembar tisu untuk membersihkan ‘jackpot’ yang disemburkan penumpang lain tersebut. Ternyata, setiap musibah pasti ada hikmahnya! Panji sendiri mendapat hikmah dapat berkenalan dengan gadis cantik tersebut.

Sialnya, saat akan selangkah lagi untuk bertemu dengan Wati Sang Malaikat Penolong, Panji mengalami kejadian ‘Salah Wati’. Nomor Wati yang ia dapat di konter pulsa tempo hari, ternyata bukanlah Wati yang ia maksud.

Jadilah Panji makan di warung bakso dengan Wati yang terlihat jauuuhhh lebih ‘berisi’ daripada Wati Sang Malaikat Penolong di kereta itu.

***

Panji, pemuda yang menjadi korban ‘Salah Wati’, berasal dari Cilebut, Bogor. Ia harus rela naik-turun kereta untuk menamatkan pendidikan sekolah menengah atasnya di Putra Bangsa, Depok. Dan sepertinya, kereta api ekonomi sudah menjadi bagian dari hidupnya yang hampa itu. *tsaaah

Btw, ini adalah KRL Cilebut-Depok *hasil googling dgn keyword KRL Cilebut-Depok

sumber : antarafoto.com

Love at the first sight Panji pada Wati Sang Malaikat Penolong tidak berhenti begitu saja. Ia bahkan harus mengalami pingsan di kereta terlebih dahulu untuk dapat bertemu dengan Wati. Dan, melalui peristiwa pingsan itulah Panji menjadi mengenal sosok Wati yang sebenarnya bernama Eka Naomi Keretawati hingga berakhir dengan SMS-an. *ciyeee

Gagal dengan Naomi Keretawati, Panji kembali mencoba peruntungan di dalam kereta. Kini ia kembali berkenalan dengan seorang gadis bernama Eva Peron. Kata orang-orang yang suka naik kereta atau istilah kerennya ‘Train-ers’, Eva mempunyai kepanjangan Ekonomi-Vanas. Benar juga, setelah beberapa saat jadian dengan Eva, Panji sukses dibuat panas karena Eva tertangkap basah bersama lelaki lain. Kekecewaan akan petualangan cinta di kereta membuat Panji seperti kehilangan arah dan menjalani jalur salah arah dengan naik di atap kereta. Bahaya yang mengintai setiap kali ia naik di atap kereta lewat begitu saja.

***

Baru pertama kali ini saya baca novel komedi dengan cover yang super duper unyu! Istilah kerennya adalah eye catching karena perpaduan warna yang pas dan ilustrasinya tidak berlebihan. Yang saya suka adalah ilustrasi kereta dan seorang pemuda (mungkin ini Panji) yang tengah menjatuhkan sebuah cinta yang tengah retak.

Untuk jalan ceritanya lumayan, tapi mohon maaf beberapa jokes yang dibuat penulis terasa sedikit hambar. Tapi, di balik semua itu, saya suka dengan tokoh Panji yang gentleman. Karena jarang-jarang ada pemuda yang bisa meredam emosinya (walupun sedikit lagi meluap) melihat sang kekasih hati bercengkrama dengan lelaki lain.

Sebenarnya Panji ingin membuat perhitungan dengan lelaki itu, tapi sepertinya ia sedang masuk di kandang macan.

…Panji pun bergerak meninggalkan sudut kegelapan kereta.—Hal.156

Selain itu, saya juga suka dengan sebuah kutipan pada Bab 12 ‘Stasiun Terakhir’ yang membuat setiap orang harus berhati-hati dalam setiap tindakannya.

Setiap makhluk hidup pasti akan sampai pada stasiun terakhir bernama kematian. Takdir yang sudah digariskan oleh Sang Maha Pencipta. Jika sudah sampai pada waktunya, tak ada seorang pun yang bisa menghindar.—Hal. 217.

Happy reading!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s