Sherlock Holmes – The Hound of Baskerville

IMG_20141128_065028

Judul : Sherlock Holmes – Anjing Iblis dari Baskerville

Penulis : Sir Arhur Conan Doyle

Penerjemah : Dion Yulianto

Penerbit : Laksana

Editor : Julie

Cetakan : Pertama, Oktober, 2014

ISBN :978-602-255-659-6

***

“Kasus ini semakin mendekati titik terangnya. Satu demi satu, kita berhasil menunguraikan benang-benang kusutnya—Sherlock Holmes” Hal. 229

***

Siapa yang tidak mengenal Sherlock Holmes? Seorang tokoh detektif karya seorang penulis fiksi criminal dunia, Sir Arthur Conan Doyle. Holmes dikisahkan memiliki seorang sahabat sekaligus rekan kerja bernama dr. John Watson, pensiunan dokter militer. Berdua mereka membuka praktiku detektif di 221 B, Baker Street, London. Holmes, cinta mati dengan yang namanya “kasus”. Ia bahkan bisa terjaga semalam suntuk hanya untuk mengurai benang-benang kusut suatu kasus yang ia tangani.

***

Kali ini, Holmes mendapat sebuah kasus yang jarang ia tangani. Sebuah kasus yang penuh misteri, dan hal-hal lain yang jauh dari kata logis, kriminalitas, dan ilmiah—seperti kebanyakan kasus-kasus sebelumnya. Kasus tersebut datang dari Devonshire, tepatnya di sebuah padang tempat bangunan kokoh bernama Baskerville Hall berdiri.

Pemilik dari Baskerville Hall—Sir Charles Baskerville, ditemukan mati di sebuah jalan setapak di dekat padang. Tidak ada luka-luka yang ditemukan pada tubuh Sir Charles. Satu-satunya petunjuk yang menyertai kematiannya hanyalah jejak-jejak kaki misterius, mirip jejak kaki seekor anjing raksasa.

***

Henry Baskerville—keturunan terakhir Baskerville yang tinggal di Kanada, menjadi pewaris tunggal dari Baskerville Hall yang penuh misteri itu. Pria muda tersebut datang ke London untuk menyelesaikan misteri kematian pamannya (Sir Charles) bersama dengan dr. Mortimer, dokter pribadi dari Sir Charles. Henry yang tidak tahu menahu akan kematian pamannya itu, semakin dibuat terkejut dengan legenda anjing iblis yag santer beredar semenjak kematian Sir Charles.  Lalu, ditunjuklah Holmes untuk mengungkap  misteri kematian Sir Charles.

***

Novel ini menantang pembaca untuk menelisik tentang misteri yang menyelimuti Baskerville Hall. Bagi penggemar Sherlock Holmes, pasti sudah mengetahui bahwa Holmes mempunyai cara-cara yang unik untuk mengungkap dalang dari setiap kasusnya.

Demikian pula pada novel ini, Holmes tidak begitu saja melepas Watson untuk menyelidiki Baskerville sendirian, ia juga melakukan penyelidikan walapun dari jauh.

***

Dua bintang sekaligus saya berikan untuk sebuah surat peringatan yang miseterius dan penjabaran Holmes tentang sebuah surat penringatan yang dialamatkan kepada Henry Baskerville. Surat tersebut terbuat dari potongan Koran. Mungkin, orang-orang awam akan menganggap surat tersebut biasa, namun bagi Holmes, surat itu merupakan sebuah bukti awal.

“Nah, hal ini juga sudah menjadi hobi saya. Perbedaannya sangat jelas. Bagi mataku, ada perbedaan yang sangat kentara antara jenis huruf cetak di surat kabarThe Times dan di surat kabar sore murahan, sejelas perbedaan tengkorak orang Eskimo dan negro di mata anda. Mendeteksi jenis huruf merupakan cabang paling dasar dalam ilmu kriminologi, meskipun saat saya masih muda saya pernah keliru membedakan antar jenis huruf cetak surat kabar Leeds Mercury dan Western Morning News. Tetapi, jenis huruf pada artikel The Times benar-benar khas, dan tidak mungkin jenis huruf yang sama ditemukan pada surat kabar yang lain. Dan, karena surat itu dibikin kemarin, ada kemungkinan besar potongan-potongan kata itu diambil dari The Times edisi tempo hari.” Hal. 55

***

Bintang selanjutnya, saya berikan untuk tokoh-tokoh pendukung seperti pasangan Barrymore, Mr. Stapleton, dan dr. Mortimer. Mereka tampil sesuai porsi dan tidak berlebihan. Namun, sepertinya Sir Arthur enggan untuk membiarkan pembacanya berpikir. Karena di akhir nanti, akan aka kejutan kecil dari tokoh-tokoh pendukung ini.

***

Bintang keempat saya berikan untuk jalan cerita anjing iblis dari Baskerville. Suasana mistis dan melegenda diubah menjadi penuh logika dan ilmiah. Itulah kelihaian seorang Sir Arthur dalam menorehkan cerita.

***

Namun, sangat disayangkan adanya beberapa typo dan autocorrect yang bertebaran di dalam novel, membuat pembaca sedikit terganggu.  Beberapa penggunaan kata sapaan “Aku” dan “Saya” dalam satu konteks kalimat juga dirasa membingungkan.

Ah, enggan rasanya untuk mengurangi empat bintang hanya untuk masalah typo dan autocorrect. Jadi,saya rela! Yeay, saya memberikan empat bintang untuk novel dengan judul asli Sherlock Holmes – The Hound of Baskerville ini.

Notes : bagi pembaca yang sudah pernah menonton Sherlock Holmes, baik yang film ataupun yang serial TV, saya mempunyai pertanyaan. Teman-teman cenderung membayangkan sosok Sherlock yang diperankan oleh Robert Downey atau Benedict Cumberbatch? Kalo saya cenderung ke Robert Downey Jr. karena setting dari novel ini adalah abad 18 hehe. *abaikan -___-

Semakin ganjil suatu kasus, semakin kita harus menyelidikinya–Hal. 257

Happy reading!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s