[Resensi] Weh – Sebuah Pulau Sebuah Cerita

Judul : Weh—Sebuah Pulau Sebuah Cerita

Penulis : Pia Devina

Penerbit : De Teens

Cetakan : Pertama, 2014

Editor : Diaz

ISBN : 978-602-255-672-5

***

hs1

***

Berawal dari kondisi ‘serba salah’ itu, Faris mau tak mau terbawa lebih dalam pada seorang gadis pendiam bernama Tami. Cerita berawal ketika Faris, seorang pemilik kedai kopi, berlibur ke salah satu pulau di ujung barat Indonesia, Pulau Weh. Faris dan Tami, dua orang dalam keadaan berbeda dipertemukan pada situasi ‘serba salah’. Banyangin coba, ada banyak adegan yang membuat Faris terjebak dalam situasi tersebut.

Ini saya sebutkan beberapa di antaranya :

Melihat Tami menceburkan diri ke air laut.

Dalam pikiran Faris, “Tuh cewek sudah gila atau bagaimana? Kalau dia emang ingin bunuh diri, kenapa harus di depan mata gue?!”

Memandangi senja di pantai Iboih.

Faris, sekali lagi, berada dalam kondisi serba salah saat mencoba ngobrol dengan Tami yang tengah khusyuk menikmati senja di pantai Iboih sambil menggenggam boa kaca pemberian Jeff (Siapa nih, Jeff? Oke, akan saya jelaskan nanti :p)

Apanya yang salah dengan mencoba ngobrol sambil menikmati senja? Nggak ada yang salah, hanya saja…

Mecahin bola kaca punya cewek ini sama sekali nggak masuk ke dalam rencana gue! Sial! Gue Cuma berniat ngisengin dia, ngajak ngobrol, dan nemenin dia. Itu aja. Gue nggak punya maksud bikin dia…bikin dia…Sial! Dia beneran nangis sekarang. (Hal.60)

Tami tersenyum!

Ini apa lagi? Kalau Tami senyum trus apa yang buat Faris serba salah?

Oke FYI, setelah peristiwa pecahnya bolah kaca Tami, sebenernya Faris sama sekali belum tahu siapa nama Tami, begitu pula dengan Tami. Zzz Faris -____-

Jadi namanya Tami.

Rupanya dia bisa tertawa—walaupun buka tertawa lebar….

Dan dia itu terlihat lebih sayik ketika tersenyum seperti…,ah sialan. Gue kepergok lagi liatin dia! (hal. 93).

Oke, cukup ya untuk penjabaran kenapa ‘cewek memang jago bikin cowok serba salah’-nya?

Setelah dipikir-pikir, memang iya sih. Hehe. Saya juga cewek (siapa yang nanya? Zzz) dan kami bukannya ‘jago bikin cowok serba sala’ tapi mungkin lebih tepatnya, kami menuntut agar cowok lebih ‘mengerti apa yang kita butuhkan’ *halah.

Dan, sebelum Jeff meninggal, Tami dan Jeff memiliki sebuah trip plan untuk mengunjungi tujuh pulau di Indonesia. Mereka sudah menyelesaikan enam trip dan…Jeff tidak bisa melanjutkan trip ketujuhnya dengan Tami karena kecelakaan itu.

 trip list

***

Jeff?

Ini dia pemberi bola kaca yang dibawa Tami saat menikmati senja di pantai Iboih. Jeff dan Tami sudah lama bersahabat sejak di bangku kuliah hingga duduk di bangku kerja. Tami diam-diam menyimpan rasa untuk Jeff. Semacam friendzone gitu lah. Lalu, Jeff diceritakan meninggal dalam sebuah kecelakaan dan….Tami galau. Ia murung dan belum bisa memaafkan orang yang menyebabkan Jeff meninggal.

So, pantes aja Tami nangis waktu bola kacanya dipecahin Faris. Karena itu satu-satunya benda kenangan dari Jeff.

***

“Bos, cari pacar aja coba.”

Gue pura-pura bego sambil tetap memandangi layar laptop. Kalau perlu, ingin gue sumpal kuping gue pakai kapas, biar si Ello, salah satu barista cowok di Black Glass ini, nggak ngebahas soal kejomboloan gue melulu. (hal.148)

Nggak tau kenapa, begitu baca pada halaman ini, saya jatuh cinta dengan karakter Faris!!!

Awalnya, saya hanya tertarik tapi lama-lama jatuh cinta juga! Kak Pia, kenalin saya ke Faris dong! *iniapa?zzz

Satu bintang eh, dua bintang saya haturkan untuk tokoh Faris dan semua situasi ‘serba salah’ yang ia alami. Nggak mudah memang untuk membangun tokoh yang sepeti Faris. Kalau boleh saya gambarkan, Faris tuh mirip pemain di film ATM Error dan Hello Stranger.

Tampang bego tapi….ah sudahlah.

sumber : enjoygram.com

***

Tau istilah Jawa “Witing tresno jalaran soko kulino?”

Nah itu dia yang dialami Faris terhadap Tami. Mungkin Faris mulai terbiasa berada pada situasi ‘serba salah’ antara dirinya dan Tami. Sampai akhirnya ia mulai penasaran dan membuka hatinya untuk Tami. Ia bahkan sudah tidak terpaku pada sosok Gladys, cintanya dari SMP.

Trip selanjutnya adalah ke Raja Ampat. Tami yang (sepertinya) nggak tahu kalau sahabatnya Sindy, telah menyusun sebuah rencana dengan Faris. Kalau dipikir-pikir rencananya mirip anak ABG yang lagi jatuh cinta pertama kali. Tapi ini lebih modal karena tempatnya di Raja Ampat, Papua. Mau tau apa rencana Sindy dan Faris? Ah, sayang…saya mau menyimpannya agar teman-teman penasaran. Haha *evillaugh

***

Bintang selanjutnya saya berikan untuk desain kaver yang menyejukkan hati. Warna biru pastelnya itu lho, lucuuuu!

Seger (emangnya minum es?zzz) dan ya…kerenlah. Tapi akan lebih keren apabila tulisan #Travelove nya jangan dimiringin. Kan dari judul utama, tagline, dan nama penulis udah horizontal, jadi biar enak dipandang mata aja. Hehehe

Untitled-1

***

Well, this book is reomended to you guys!

Selamat membaca 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s