The Royal Bread – Cinta Si Kaya dan Si Miskin versi Kerajaan!

Ctrl+E

taken by : Arintya

Judul : The Royal Bread

Penulis : Eko

Penerbit : Ping!!!

Tahun Terbit : 2014 (Cetakan Pertama)

Editor : Itanov

ISBN : 978-602-255-638-1

***

 “Oh, ini bukan tentang siapa yang harus dicintai. Semua orang berhak mencintai dan dicintai. Ini bukan tentang kenapa aku bisa jatuh cinta pada seorang anak tukang roti. Tapi, ini memiliki arti yang lebih besar. Ini semua tentang cinta sejati.–Vanessa. (hal. 151)

***

The Royal Bread, sebuah novel fiksi yang dibawakan secara ringan dan mengalir oleh penulis. Penulis menyuguhkan cerita tentang seorang Putri dari Kerajaan Inggris, Putri Vanessa Carol dan seorang anak tukang Roti bernama Albert Glister. Kehidupan remaja khas murid SMA tergambar jelas.

Begitu saya tahu kalau Albert adalah anak basket, yang tergambar adalah sosok Troy Bolton (Zac Efron) pada Highschool Musical. Hanya saja, Troy bukanlah anak dari tukang roti hehehe.

Lalu sosok Putri Vanessa Carol adalah Gabriella Montez. Awalnya, waktu tahu kalau Putri Vanessa dari Kerajaan Inggris, saya membayangkan bahwa sosoknya mirip Anna Hathaway di film Princess Diary, tapi lama kelamaan, sosok Putri Vanessa lebih cenderung ke Gabriella Montez. Wuhuuu

Oiya, selain Putri Vanessa dan Albert, ada pula Jack. Jack merupakan anak dari pegawai di toko roti milik ayah Albert. Mereka bersahabat dan saling support satu sama lain di tim basket sekolah. Awalnya, sosok Jack biasa saja, saya hampir tidak menaruh atensi pada Jack. Tapi, di akhir cerita Jack membuat ‘sesuatu’ yang tidak terduga. Dan….sosok Jack saya bayangkan sebagai Chad Danforth. Dengan rambut keritingnya yang ikal. Meskipun penulis tidak secara gamblang menuliskan ciri fisik dari Jack, tapi imaginasi saya mengatakan bahwa sosok Jack itu seperti ini!

***

Persahabatan, basket dan tentu saja cinta dihadirkan penulis khas seperti anak SMA. Ada kalanya tokoh Albert merasa bosan dengan pelajaran sekolah hingga ia kabur ke atap untuk mendapat sedikit ketenangan. Ada kalanya juga ia menepi ke perpustakaan karena merasa muak dengan Putri Vanessa dan pemberitaan pers yang ia rasakan begitu berlebihan.

Klimaks dari cerita adalah saat Putri Vanessa melunasi hutang ayah Albert hingga akhirnya Albert merasa benci padanya. Tapi, ingat kan dengan istilah benci = benar-benar cinta? Menurut saya, Albert juga mengalami hal itu. Karena ia benci mengapa Putri Vanessa malah melunasi hutang ayahnya bukannya menolong sesuai permintaannya, hari-hari Albert seakan dipenuhi oleh Putri Vanessa. Apa lagi setelah ia berpura-pura untuk menjadi kekasih Vanessa dan menyamar menjadi seorang pangeran Spanyol.

***

Seorang anak tukang roti dan seorang putri kerajaan?

Terdengar tidak logis memang kalau ‘benar-benar’ terjadi di dunia nyata. Mengingat bahwa aturan dari kerajaan itu sangat ketat. Namun, kapan sih cinta mengenal kata ‘logis’?

Buktinya Putri Diana dan Pangeran Charles!

Tapi akhirnya bukan happy ending.

Berbeda dengan kisah Putri Vanessa dan Albert yang terkesan mulus-mulus saja. Restu dari orang tua Vanessa pun dengan mudah ia dapatkan.

Aku tahu kau pemuda baik, Albert," kata ayah Vanessa. Hal. 180

 Kalimat di atas diucapkan ayah Vanessa (yang berarti seorang Raja) saat beliau baru pertama kali bertemu dengan Albert. Menurut saya terlalu dipaksakan. Walaupun pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa Vanessa sudah menceritakan siapa Albert sebenarnya, namun, tetap saja harus ada bagian penjelas.

Dan, ada satu peristiwa yang menurut saya terlalu mendadak dan (maaf) dipaksakan juga.

Tadi malam, pesawat yang ditumpangi Vanessa jatuh saat perjalanannya ke sini. 
Sekarang, dia terbaring koma di rumahnya di Inggris karena rumah sakit
sudah angkat tangan. Hal 171.

Sebagai pembaca, saya menuntut (halah bahasanya) penjelasan lebih lanjut mengapa bisa pesawat yang ditumpangi Vanessa jatuh. Apakah karena ada badai atau pesawat ditembak rudal? Hehe. Dan, yang satu lagi, dalam jangka waktu satu malam, tim dokter rumah sakit sudah angkat tangan akan kondisi seorang putri kerajaan. Saya (lagi-lagi) menuntut penjelasan mengapa dokter bisa angkat tangan dengan keadaan Putri Vanessa. Apakah ia mengalami gegar otak, atau ada penyumbatan pembuluh darah di otak atau penjelasan yang lain. Maaf, saya terlalu banyak menuntut 😦

Daaannnn, ada satu istilah kesehatan (ini bener nggak ya? mohon dikoreksi.) yaitu batofobia. Awalnya saya kebingungan akan arti istilah tersebut. Menurut saya perlu ditambahkan catatan kaki agar pembaca tidak bingung 🙂 FYI, batofobia merupakan rasa takut berada di dekat bangunan yang tinggi atau takut dengan ketinggian. (sumber : spg.fcommerce.com). Mohon dikoreksi juga apabila ada kesalahan arti 😀

Well, saya menyarankan teman-teman untuk membaca buku ini. Apa lagi untuk teman-teman yang ingin suasana baru kehidupan asmara antara ‘Si Kaya dan Si Miskin’ dalam fiksi!

Selamat membaca!

***

“Semua orang berhak mencintai dan dicintai” Putri Vanessa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s