[Resensi] The Banker – Serendipity?

Taken by : Arintya

Taken by : Arintya

Judul : The Banker – Something You Didn’t Realize Began A Story

Penulis : Ranny Afandi

Penerbit : Mazola

Cetakan : Pertama, 2014

Editor : Avivah Ve

ISBN : 978-602-255-643-5

***

“Kalau kita ketemu kelak, it means what happened to us is called serendipity.”—Kania

***

Dari judulnya saja (The Banker) sudah terlihat bahwa isi cerita di dalamnya adalah seputar pegawai bank dan kehidupannya. Dan benar saja, aroma ‘banker’ terasa saat membaca bab pertama dengan sub judul ‘Pertempuran Akhir Bulan’.

Perkenalkan, tokoh utama dalam The Banker adalah Arkha Zahrain Murdhiat, atau akrab dipangil Arkha. Banker yang bekerja di Bank Pembangunan Nasional cabang Solo ini menjabat sebagai area collection manager. Saya kurang ngerti apa itu area collection manager, pokoknya Arkha bekerja dibagian menagih debitur yang telat bayar kredit dan mengurusi lelang. Pria asal Solo ini awalnya diceritakan memendam cinta pada sahabatnya, Dina, yang ternyata akan segera menikah. Padahal, mereka berdua sudah lama tidak bertemu dan tahu kabar masing-masing. Sekalinya Arkha tahu kabar tentang Dina, hanya lewat sepucuk undangan pernikahan.

“Hancur hati abang, dek!”

Mungkin itulah ucapan hati Arkha kala itu. Hehehe…

Arkha digambarkan memiliki potongan rambut cepak seperti Keanu Reeves di Film Speed.

screenrobot(dot)com

screenrobot(dot)com

Tapi, imaginasi saya tidak setuju dengan penulis. Saya membayangkan kalau sosok Arkha itu punya gaya rambut seperti Sebastien Lefebvre. Nggak rapi-rapi banget, tapi cenderung ‘laki banget’ hehehe. Sepeti ini.

conexaosimpleplan(dot)com

conexaosimpleplan(dot)com

Lanjut!

Kemudian, tokoh yang kedua adalah Kania. Atau dalam novel ini saya sering menyebutnya sebagai Ms. Serendipity. Seperti kutipan di atas, Kania mengucapkan kalimat tersebut saat ia bertemu dengan seorang pria asing yang ditemuinya di pesawat.

Arkha dan Kania menjadi tokoh penting dalam The Banker karena melalui merekalah ‘Serendipity’ itu sedikit demi sedikit terungkap.

Solo—SaraswatiBatik—BBM

Adalah tiga hal yang menjadi perantara Arkha dan Kania mengungkap serendipity. Duh, kok jadi mirip novel petualangan yang penuh misteri?!

***

Karena novel ini bercerita tentang kehidupan seorang banker, tentu saja tidak lepas dari istilah perbankan yang ada beberapa saya baru tahu saat membaca novel ini. Seperti Non Performing Loan (NPL), recovery, dll yang dapat menambah wawasan. Terima kasih Mbak Ranny! Satu bintang saya sematkan untuk The Banker!

Satu bintang lagi saya sematkan karena pengetahuan tentang batik yang disajikan penulis. Mulai dari istilah nglorot malam, motif Teruntum, dll. Nuansa batik dijelaskan saat sudut pandang Kania sebagai anak pemilik sebuah toko batik di Laweyan, Solo bernama SaraswatiBatik.

***

Selanjutnya desain cover.

Desainnya unik. Menggambarkan seorang (menurut saya ini gambaran sosok Arkha) yang mengenakan jas berwarna hijau dengan sebuah buku tebal di tangannya. Menurut saya, akan lebih bagus jika ditambah ilustrasi jam tangan yang dikenakan oleh model pada cover. Kesannya lebih ‘laki’ dan sifat ‘gerak cepat’-nya Arkha akan menonjol.

Oh iya, pada sampul utama, saya tidak menemukan nama penulis. Saya menemukan nama penulisnya justru di bagian samping. Ini disengaja apa bagaimana? Mohon dikoreksi^^

***

Ada beberapa hal yang menjadi bahan koreksi saya. Di antaranya :

1. “…Tapi, syaratnya harus ada jaminan berupa dana standby sebesar tiga ratus juta di rekening Bapak sekarang ini”—Hal.45

Kini aku bisa sedikit bernapas lega. Targetku dari lima ratus juta sudah berkurang tiga juta.—Hal.46

Kalimat di atas menimbulkan tanda tanya. Sebenarnya uang yang dibayarkan oleh debiturnya Arkha itu tiga juta atau tiga ratus juta? Karena kedua nominal tersebut sangat jauh kisarannya.

 

2. Terdapat kata dalam bahasa asing yang sepertinya lupa untuk dimiringkan. Seperti pada hal.99 “Damn!”

 

3. Terdapat pula beberapa istilah asing yang dalam penulisannya ‘typo’ serta belum dimiringkan. Seperti :

Pada hal. 99 : Scrol > Scroll

Pada hal. 257 : Direktur rsk > Direktur risk

Serta ada kata dalam Bahasa Indonesia yang dalam penulisannya typo. Seperti “tetanggaknya” pada hal. 171.

 

4. Menurut saya ini fatal.

Aku duduk di pinggir ranjang. Mengetik cepat sebuah pesan WhatsApp.—Hal.278

Namun pada halaman selanjutnya ditampilkan ilustrasi chat BBM, lengkap dengan icon BBM di sampingnya.

Taken by : Arintya

Taken by : Arintya

Setahu saya, icon untuk WhatsApp adalah seperti ini :

media.whatsapp.com

media.whatsapp.com

 

***

At least, di antara dua novel profesi terbitan Mazola yang pernah saya baca, novel ini adalah yang terbaik. Profesi yang digambarkan jelas dan cukup kental. Dan, dua bintang saya haturkan untuk The Banker!^^

Selamat  membaca readers!

 

 

Iklan

2 thoughts on “[Resensi] The Banker – Serendipity?

  1. Makasih mbak atas reviewnya.
    Daaann gambarnya bikin saya senyum2 hihihihihhih
    Daan saya akan menjawabnya 😀

    1. Benar sekali, typo*huhuh* harusnya tiga ratus juta
    2 dan 3 *self toyor* ya ya, again hikz harusnya di miringin dan Direktur Risk
    4. Sudah saya komplain ke penerbit juga, dan memang dari pihak layout yang salah. ^.^

    Sekali lagi terima kasih sudah membeli, membaca dan me-review.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s