[Resensi] Toraja – Tanah Istimewa Para Dewa

IMG_20140917_075336

Judul : Toraja – Saat Cinta menemukan Jalan Pulang

Penulis : Endang SSN

Penerbit : de TEENS

Tahun : 2014

Cetakan : Pertama

Editor : Diaz

Design Kaver : Aan_Retiree

ISBN : 978-602-296-006-5

***

Toraja, tanah istimewa para dewa. Aneka keunikan lebur dalam sajian budaya sarat makan. Siapa yang tak kenal mengenal Toraja? Bahkan, para traveler dan fotografer senantiasa mencari waktu untuk bisa menjejakkan kaki di tanah ini. –Hal. 74

***

Sandy, seorang lulusan cumlaude salah satu universitas terbaik di tanah Jawa, mencoba peruntungan di tanah yang katanya tanah istimewa para dewa, Toraja. Bersama sahabatnya, Tomy, mereka berdua berangkat dari Jakarta menuju tanah Toraja untuk mengabadikan pesona alam yang banyak didamba para fotografer.

Iseng-iseng saya googling tentang daerah Rantepao, tempat Sandy dan Tomy menetap untuk sementara selama di Toraja. Dan, inilah Rantepao itu.

Indah, dan seperti kata penulis, terkesan mistis.

paranomio.com

paranomio.com

***

Selama di Tana Toraja, Sandy dan Tomy yang digambarkan amat menyukai fotografi itu menetap sementara di rumah Tangke, seorang teman yang dikenalnya pada awal perjalanan mereka di Toraja. Kemudian, Tangke menawarkan diri untuk ‘menjadi guide’ mereka selama di sana.

Penggambaran Tomy dan Sandy yang amat menyukai dunia fotografi menurut saya kurang begitu mengena. Ada beberapa penjelasan penulis yang menurut saya agak gimana gitu…

Contohnya :

Tomy dan Sandy mulai beraksi, mengubah lensa dan mengatur pencahayaan agar bidikan mereka tidak terlalu over. Men-setting tempat yang akan ia gunakan untuk mengabadikan objek selama di Toraja. –Hal. 78

Mohon dikoreksi kalau saya salah, namun setahu saya kata ‘mengubah lensa dan mengatur pencahayaan’ kurang pas digunakan, menurut saya akan pas jika ‘mengubah ISO dan mengatur fokus kamera’. Dan, kata ‘men-setting tempat’ juga kurang pas, karena Sandy dan Tomy digambarkan tengah berada di Air Terjun Tallondo Tallu Pakkara. Mungkin (lagi) akan lebih pas jika diganti dengan kata ‘mengatur angle pengambilan gambar’. Angle yang bisa digunakan menentukan bagaimana sebuah objek dipandang menurut perspektif masing-masing. Seperti angle eyes, low, high, dll.

Contoh angle :

visual-memory.co.uk

visual-memory.co.uk

***

Di dalam novel ini, terdapat budaya yang kuat, yaitu budaya masyarakat Toraja. Salah satunya adalah upacara Rambu Solo. Saya kurang fasih untuk menjelaskan lewat kata-kata, berikut adalah salah satu cuplikan upacara Rambu Solo yang digambarkan penulis di dalam novel.

 

***

Toraja, saat cinta menemukan jalan pulang.

Begitulah tagline yang diusung oleh novel ini. Sandy, sebagai tokoh utama, jatuh cinta pada Bira, gadis asli Toraja. Sandy, yang baru sekitar satu bulan ‘melancong’ ke Toraja, menjatuhkan pilihannya pada Bira. Menurut saya agak terkesan dipaksakan ketika penulis menggambarkan Sandy ingin melamar Bira dengan segala konsekuensi yang ada.

Selanjutnya, Sandy pulang dan bisa ditebak, Ayah Sandy pun juga tidak merestui niatan Sandy untuk melamar gadis Toraja itu. Di sisi lain, Bira yang ‘dikurung’ oleh orangtuanya, menjadi kurus dan sakit-sakitan. Ia mengigau nama Sandy secara terus menerus dan sampailah di telinga Sandy bahwa Bira sakit karena kepulangannya ke Jakarta.

Akhirnya?

Menurut saya kurang greget.

Terlalu banyak petualangan Sandy dengan Tomy yang di explore daripada perjalanan cinta Sandy dan Bira. Jika saya menghitung, hanya di 6 bab terakhir dari 20 bab yang ada membahas bagaimana Sandy mengenal Bira dan sampai dimana Sandy memutuskan untuk mempersunting Bira.

***

Tapi, saya suka dimana penulis berusaha membukakan mata pembaca dengan kekayaan adat istiadat yang dimilki Indonesia, salah satunya upacara kematian yang konon merupakan upacara kematian termahal di dunia, Rambu Solo. Kemudian, tingkatan tongkonan dalam status sosial masyarakat Toraja, jumlah kerbau dan babi yang disembelih menurut status sosial, hinga makanan khas Toraja.

Terima kasih, mbak penulis! Hehehe

***

Dan, saya jatuh cinta dengan satu kutipan yang sangat cocok untuk pasangan yang tengah menjalani ‘Long Distance Relationship’.

Fkpj5Oi

 

“Pada cinta yang tulus, jarak hanya cara Tuhan untuk membuatmu mengerti bagaimana rindu akan menemukan jalan pulang.” -Sandy.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s