Terima Kasih Ibu – Stronger than Me

IMG_20140914_131239

Judul : Stronger than Me

Penulis : Jazim Naira Chand, dkk.

Penerbit : de TEENS

Tahun : 2014

Cetakan : Pertama

Editor : RN

Halaman : 252

ISBN : 978-602-296-004-1

***

“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, lewati rintangan untuk aku anakmu…” (Iwan Fals, Ibu).

***

Petikan lagu dari Iwan Fals di atas cocok untuk backsound saat membaca antologi ini. Saya membuktikannya. Dan sukses membuat saya berlinang air mata. Satu bintang saya berikan untuk antologi ‘Stronger Than Me’.

***

Antologi ini berisi 19 cerita inspiratif seputar sosok ibu dan kasih sayang yang begitu besar pada anak-anaknya. Beragam judul juga menghiasi dengan apik daftar isi, diantaranya Istana Baru untuk Emak, Estafet Cinta Tak Berujung, Lembayung, Kunang-Kunang dalam Gelas, Impian si Tukang Bangunan dan masih banyak lagi.

***

Satu cerita yang membuat saya tak habisnya menitikkan air mata adalah ‘Kunang-Kunang dalam Gelas’ karya Sandya Prakasiwi. Bercerita tentang tiga orang bersaudara yang kehilangan waktu terakhirnya bersama ibu mereka karena kesibukan masing-masing. Hingga, pembaca dibawa menyusuri masa kecil tokoh dengan perjuangan ibunya untuk menyambung hidup dan mengantarkan semua anaknya menuju gerbang pendidikan. Ada satu paragraf yang membuat saya langsung memikirkan Mama yang ada di rumah. Mom, I miss ya so damn much!

Kini, kau melongok ke dalam ruangan yang dulunyaadalah kamarmu. Masih sama seperti terakhir kali kau meninggalkannya. Ibumu membersihkan kamarmu dengan saksama. Buku-buku tergeletak di rak, disusun dengan rapi. Kau lalu berpikir mungkinkah ketika ibumu merasa rindu anak-anaknya, ia akan memegani barang-barang kalian, berharap itu akan meredakan rasa rindunya?—Hal. 97

Satu bintang saya berikan untuk cerita apik ini.

***

Terima kasih untuk diksi-diksi luar biasa yang dipakai para penulis di dalam masing-masing ceritanya. Diksi-diksi tersebut (menurut saya) mempertegas hubungan anak dan ibu serta perjuangannya, hingga bisa sampai ke pembaca hingga pembaca berlinang air mata. Ya, seperti saya. Satu bintang langsung saya haturkan untuk buku ini.

Karena disembelih keheranan, aku lanjut mengusik, “Ibu ini kurang kerjaan. Masa ikut-ikuti Bapak sampai ke tempat kerja…”—Hal. 181 (Impian si Tukang Bangunan).

***

Ada beberapa hal yang saya cermati di setiap cerita dalam antologi ini. Di antaranya adalah :

“…atas dasar kemauan Ibu sendiri yang dituruti oleh Bapak. karena…, ya, itu tadi; nggak mau melihat Ibu sedih,” sambung Ibu lagi, bercerita tentang masa lalunya kala dulu pernah bersama Bapak.”—Hal. 181

Terdapat kesalahan editing, yaitu pada kata ‘karena’ yang menurut saya seharusnya diawali dengan huruf kapotal karena kalimat sebelumnya sudah diakhiri dengan tanda titik. Lalu penempatan tanda titik dua (;) setelah kata tadi. Saya belum mengerti tujuan ditempatkannya tanda titik dua tersebut dan saya rasa sedikit mengganggu.

 

“Hanya kasih sayang yang bisa membuat semua lebih baik. Bukan, harta yang mengantarmu bahagia.”—Hal. 196

Penempatan tanda koma (,) setelah kata bukan menurut saya akan membuat makna yang berbeda saat dibaca. “Bukan//harta yang mengantarmu bahagia.” Kesannya seperti kalimat tersebut, jadi, hartalah yang membuat bahagia. Menurut saya, sebaiknya tidak perlu menggunakan tanda koma setelah kata ‘bukan’ sehingga apabila dibaca “Bukan harta yang mengantarmu bahagia.”

 

Sejengkal lagi, langkahku tiba di bibir sawah yang baru ditandur.—Hal. 205

Ditandur mempunyai kata dasar ‘tandur’ yang merupakan Bahasa Jawa. Menurut saya penulisan kata ditandur di atas harus dicetak miring dan diberi footnote agar semua orang mengerti akan maksud dari kata ‘ditandur’.

***

Last but not least, saya memberikan tiga bintang untuk antologi ‘Stronger Than Me’. Terima kasih untuk cerita-cerita inspiratif ini. Terakhir, ada satu kutipan yang saya suka.

“Ibu rela terluka demi aku hidup dalam suka.”—Hal. 186.

Happy reading!

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s