[Resensi] Kamu adalah Rumahku – Carrying your Heart

SP_A0938

Judul : Carrying Your Heart

Penulis : Pia Devina

Penerbit : Diva Press

Tahun Terbit : 2014

Editor : Diara Oso

Tata Sampul : Ferdika

ISBN : 978-602-255-589-6

***

Home is the place where, when you have to go there, they have to take you in—Robert Frost.

***

Carrying Your Heart, sebuah novel romance yang mempunyai setting umum di Rotterdam. Tempat-tempat lain yang banyak digunakan adalah Schiekade dan Grand Palace, oh hampir lupa, Erasmus Bridge juga ada!

Ada tiga tokoh utama di sini, yaitu Kira, Nathan dan Rendi. Kisah Kira berawal dari sebuah buku harian milik mendiang ibunya, yang membuat Kira pergi ke Rotterdam untuk satu mimpi, bertemu Sang Ayah.

Cerita cinta berliku Kira bersama Nathan dan Rendi tergambar jelas di dalam novel ini. Long Distace Relationship (LDR) dan terjebak dalam friend zone membuat Kira bingung. Manakah yang harus ia pilih di antara pacarnya yang akan menyusulnya ke Rotterdam atau seorang ‘teman’ yang setia berkunjung ke restoran La Angelique seminggu tiga kali? Ditengah kebimbangan Kira untuk mementukan dimanakah rumahnya yang sesungguhnya, ada sebuah rahasia besar yang membuat Kira benar-benar mewujudnya mimpi terbesarnya, dengan Sang Ayah.

Penasaran dengan rahasia besar tersebut?

Silahkan membaca bukunya! Hehe 😀

***

POV : Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama (Kira). Gaya bahasa yang digunakan penulis juga easy going dan mengalir begitu saja, seperti “Daddy long legs-nya aku.”

Alur : alur yang digunakan ada dua, yaitu alur maju dan mundur, namun alur maju lebih dominan digunakan. Penggunaan keterangan waktu pada awal sub-bab mempermudah pembaca untuk menebak alur mana yang digunakan oleh penulis.

Contohnya :

Alur maju :

31 Desember

Pukul setengah dua belas malam. Hal. 12

Alur mundur :

Bandung

Mei, lima tahun sebelumnya. Hal 28

Penokohan :

Sulit untuk menjabarkan tentang penokohan di dalam novel ini. Terutama untuk tokoh Kira. Yang dapat saya tangkap adalah Kira, gadis penyuka kembang api itu, adalah sosok yang takut mencoba. Meskipun ia mempunyai kemauan yang kuat.

Akan tetapi, lagi, aku terbentur pada ketakutanku. Hal. 148

Penokohan Rendi tergambar jelas dan ekstrinsik dari kalimat-kalimat pendukung yang digunakan penulis. Contohnya :

“So he keeps his promise.” Hal. 52

Dari kalimat di atas saya bisa menebak bahwa tokoh Rendi adalah sosok yang bisa untuk menepati janji. Ditambah lagi dengan penjelasan pada halaman 88 di mana Rendi benar-benar menyusul Kira ke Rotterdam.

***

Di dalam novel ini ada beberapa bagian favorit saya. Di antaranya :

1. Pekerjaanku dulu hanya berkisar antara membersihkan sayuran dan bahan masakan lainnya, mengambil daging di freezer, memastikan kaldu yang akan digunakan oleh para koki sudah siap tersedia, dan banyak hal lainnya yang tidak berhubungan sama sekali dengan kegiatan memegang pan. Hal. 15

Kutipan di atas membuat saya teringat akan sebuah drama korea berjudul ‘Pasta’. Seo Yoo Kyung (peran utama wanita) berperan sebagai asisten dapur yang pekerjaannya sama persis seperti apa yang digambarkan penulis. Jadi, jika teman-teman belum paham tentang bagaimana tugas asisten dapur yang digambarkan dalam kutipan di atas, silahkan melihat ‘Pasta’.

pasta3-00037Seo Yoo Kyung - Asisten Dapur di La Sfera

2. Pada halaman 12 disebutkan Kira dan Nathan berjalan di sekitar Scheikade pada pukul setengah dua belas malam. Lalu pada halaman 20 disebutkan mereka sudah sampai di Erasmus Bridge pada hampir pukul dua belas malam.

Saya iseng-iseng membuka google maps lalu mencari jarak antara Schiekade dan Erasmus Bridge. Di sana tertulis jarak kedua icon kota Roterdam itu sejauh 2.4 km. Dan bingo! Saat saya menge-klik direction dengan icon orang berjalan kaki, ternyata waktu yang dibutuhkan kurang lebih 31 menit. Satu bintang saya sematkan untuk ketelitian penulis membangun plot antara Schiekade dan Erasmus Bridge!

3. Aku membeku di tempatku berdiri, di salah satu titik di antara keramaian yang ada di tempat ini. Hal. 89

Saya menyukai kalimat di atas. Saat saya membaca kalimat tersebut saya seperti tengah menoton salah satu adegan film dengan seorang pemain yang diam mematung di antara ramainya stasiun.

4. Aku jatuh cinta…di kala aku tidak bisa jatuh cinta lagi. Hal. 176

Ini maksudnya gimana? Oke, mungkin saya masih di bawah umur *halah, tapi saya tidak begitu paham dengan artinya. Namun, diksi yang digunakan penulis membuat saya harus menambahkan bagian ini ke dalam favorit.

***

Namun, selain bagian favorit, ada pula bagian yang saya cermati pada novel ini. Di antaranya :

1. Hingga enam bulan kemudian, aku baru naik pangkat menjadi koki. Hal 15

Menurut saya, kalimat di atas agak kurang logis. Karena (lagi-lagi menurut saya) dibutuhkan waktu lebih dari enam bulan untuk seorang asisten dapur menjadi seorang koki.

2. Pria itu mengenggam gadis kecil yang usianya mungkin baru lima tahun. Hal. 57

Kalimat di atas membuat saya membacanya berulang kali. Seperti ada yang kurang dari kalimat tersebut, sehingga terkesan bahwa ‘pria itu’ merupakan sesosok raksasa yang mampu menggenggam anak kecil. Menurut saya, akan lebih pas jika seperti ini : Pria itu menggenggam tangan gadis kecil yang usianya mungkin baru lima tahun.

3. Irina berbicara cepat dalam bahasa Belanda kepada seorang wanita di hadapannya yang adalah penjual buah dan sayuran, saat dia memilih… Hal. 144

SP_A0937Kalimat di atas menurut saya terlalu panjang dan menyebabkan agak membosankan untuk membaca satu kalimat yang terdiri dari 51 kata dalam 6 baris. Mungkin akan lebih baik jika kalimat di atas dipecah menjadi beberapa kalimat, sehingga pembaca tidak mudah bosan dengan membaca puluhan kata dalam satu kalimat. Hehe

4. Satu hal lainnya yang paling kusuka dari musim ini adalah saat bunga-bunga mulai tumbuh dari kuncupnya dan menghasilkan warna-warni yang bahkan banyak di antaranya tidak bisa disebutkan apa warnanya. Hal. 162

Saya agak merasa aneh dengan satu kata pada kalimat di atas. Kata ‘tumbuh’ menurut saya kurang sesuai jika digunakan dalam kalimat tersebut. Mungkin kata ‘tumbuh’ bisa diganti menjadi ‘mekar’ sehingga jika dibaca, kalimat tersebut menjadi ‘Satu hal lainnya yang paling kusuka dari musim ini adalah saat bunga-bunga mulai mekar dari kuncupnya…’.

***

Berdasarkan beberapa hal di atas, saya menyematkan dua setengah bintang untuk Carrying Your Heart.

Well, happy reading!^^

***

“Tapi aku tahu, aku bakalan baik-baik saja asalkan seseorang itu bahagia dengan hidupnya. Walaupun tanpa aku.” Nathan hal. 87
“I see. Kamu adalah rumahku.” Rendi hal. 93

 ***

Beberapa latar yang digunakan dalam novel ini :

www.nederland-in-beeld.nlSchiekade

 Grand Palace

Erasmus Bridge

Sumber gambar :

http://hollandtour.org

http://www.rotterdamsuitburo.nl

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s