Resensi Morning, Gloria!

Morning, Gloria

Judul                 : Moning, Gloria!

Penulis             : Devi Eka

Penerbit            : De Teens

Tahun Terbit     : 2014

Editor               : Floria Aemilia

ISBN                : 978-602-255-563-6

Genre               : Novel Remaja

 ***

            Ia mencintai pagi. Sangat. Tiap hari ia bangun subuh-subuh untuk menikmati indahnya matahari terbit. Memandangi rona-rona jingga lembut mengitari euphoria bangkitnya sang surya. Menawan. Serta kepulan awan putih yang terpapar sinar mentari dan warnanya bertransformasi menjadi warna peach itu sungguh indah. Semuanya dilakukan semata-mata karena tak ingin melewatkan detik-detik pesona mentari yang tengah bangkit. Sunrise  itu indah.

***

            Novel ini menceritakan kisah Gloria—si Gadis Fajar— dan Avond—si Lelaki Senja—yang berlatar di dua Negara, Belanda dan Indonesia. Gloria dikisahkan amat menyukai senja dan Avond amat menyukai Senja. Dua tokoh utama ini bergelut dengan fajar dan senja yang diceritakan penulis secara unik di Belanda.

            Alur dalam kisah ini dibuat halus mengalir, disisipi kata-kata manis yang membuat mata pembaca enggan untuk berpindah halaman. Perjuangan Gloria dalam menggapai gelar magister di Belanda, perasaannya terhadap lelaki yang mempunyai senyum bayi, dan sebuah rahasia dari lelaki yang selalu menyanyikannya lagu To Make You Feel My Heart milik Kris Allen. Gloria yang sejak awal cerita dikisahkan telah jatuh cinta dengan fajar, perlahan mulai membuka diri untuk senja karena sosok lelaki ‘senyum bayi’ tersebut. Dan alur yang paling menengangkan adalah saat Gloria bertemu Bara. Lelaki yang ia jumpai di kabin pesawat saat ia kembali ke Indonesia ternyata ikut berputar dalam kehidupannya. Seperti fajar dan senja yang selalu berputar setiap harinya.

***

Kelemahan novel ini ada beberapa. Di antaranya adalah adanya setting yang digambarkan cukup membingungkan. Contohnya :

            “Terima kasih, Prof.” Gloria melangkah gontai ke bangku yang masih kosong. Bangku paling ujung di belakang.
                “Kamu…Nona Reyfata?”
            Gloria yang baru saja menduduki bangkunya, harus menoleh ke belakang, ke arah sumber suara. Keningnya berkerut samar (hal.17).

Pada salah satu cuplikan di atas, diceritakan bahwa Gloria duduk di bangku ujung paling belakang. Kemudian Gloria menoleh ke belakang karena ada seseorang yang bertanya kepadanya. Cukup membingungkan karena seakan-akan Gloria berbicara dengan tembok karena ia duduk di bangku paling belakang dan agak aneh jika ada seseorang duduk di belakangnya sementara ia duduk pada bangku di bagian paling belakang.

            Butiran bening itu leleh di pipinya. Ia tahu ibunya sering kambuh darah tingginya, tetapi sang selalu bilang bahwa dirinya hanya kelelahan dan kurang istirahat. Ia tahu sang ibu adalah wanita tangguh (hal. 198).

Dalam cuplikan di atas, ada satu kata yang kurang, yaitu ‘ibu’. Kata ‘ibu’ seharusnya berapa di antara kata ‘sang’ dan ‘selalu’ sehingga kalimat tidak terdengar rumpang.

Kelebihan novel ini? Jangan ditanya.

Mulai dari cover novel yang dibuat menarik. Ilustrasi fajar dan senja yang disajikan cukup unik dengan dua sisi wajah matahari. Selain itu, ada beberapa halaman yang menampilkan gambar bunga Morning Glory sebagai background menambah keunikan novel ini.

Di sisi lain, penulis cukup lihai dalam melukiskan kata bagaimana Universitas Leiden dan perpustakaan KITLV. Selain itu, kelebihan novel ini terletak pada kejutan-kejutan yang disajikan oleh penulis. Kejutan yang tidak terduga dan sayangnya berakhir begitu manis, hingga pembaca sukses penasaran bagaimana rupa Bara sebenanrnya.

At least, tiga bintang memang patut disematkan untuk ‘Morning, Gloria!’. Gloria, Avond serta Bara memang suka membuat pembaca jatuh penasaran akan kisah mereka.

Ada satu kutipan yang sangat menarik di dalam novel ini :

       Kau tahu, bagian apa yang paling menakutkan dari menunda? Yaitu ketika sedetik berikutnya, kau tak akan pernah tahu, apakah nyawa dan raga masih mencengkeram erat di dalam dada. (Hal. 22)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s