Resensi Partitur Dua Musim


BmO13dwCAAA4v8g

Judul              : Partitur Dua Musim
Penulis          : Farrahnanda
Penerbit        : de Teens
Tahun Terbit : 2014
Cetakan        : Pertama
ISBN              : 978-602-255-528-5
Genre            : Novel Remaja

***

“Scarlet? Kau yakin?”
Monique dan aku bertukar pandang. Tentu, aku- maksudku, kami—ragu. Scarlet tidak mungkin bisa beradaptasi dengan cepat. Aku paham itu. Tapi, garis wajah Scarlet yang kaku dan mantap tidak memberikan pilihan lain. Kami sepakat, lalu rencana disusun. Perang strategi untuk saling merebut Stradivarius baru dimulai. Aku merasa Mancore yang disebut dalam surat M. Barnabe bukanlah rumah layak untuk Lamoureux. Jadi, Laroux bersaudara ini harus menang!

***

Pertama kali saat membaca novel ini, penyakit lama yang susah disembuhkan muncul lagi. Penyakit susah membedakan seseorang di antara anak kembar. Siapa yang bernama Scarlet Laroux? Dan siapa yang bernama Crimson Laroux? Sunggu menyebalkan.

By the way, novel ini ditulis dengan cara yang unik. Menggunakan sudut pandang orang pertama dari tiga tokoh utama sekaligus. Si kembar Laroux, Scarlet dan Crimson serta Elena Dvorakova. Seandainya ditambah sudut pandang Monique Barnabé, mungkin akan lebih manis dan kompleks. Cara penulisan ini memang sangat membantu terutama untuk pembaca yang mengidap penyakit susah membedakan di antara saudara kembar. Nama The Red sebagai nama akun Laroux bersaudara juga sukses membuat penasaran dan membuat tangan geli untuk tidak mencarinya di Youtube dan iTunes.

Novel ini menjejali pembaca dengan berbagai istilah dalam musik, seperti etude, partitur, movement, dan lain-lain. Anehnya, sama sekali tidak membuat mual karena dijejali, tapi justru menambah daya tarik dari novel ini. Pembaca diajak untuk mengenal apa itu musik klasik dan istilah-istilah di dalamnya. Selain itu, penggunaan Bahasa Perancis yang cukup kental semakin memperkuat setting cerita.

Novel ini dikategorikan sebagai novel remaja. Sepertinya akan lebih pas jika dikategorikan sebagai novel dewasa muda. Karena ada beberapa adegan atau potongan cerita yang memang lebih pas untuk dibaca kaum dewasa muda.
Pembaca di hanyutkan oleh cerita bagaimana Laroux bersaudara menerima sebuah tawaran dari M. Barnabé. Kemudian Laroux bersaudara berkenalan dengan dua orang Mademoiselle, Elena dan Monique. Persaudaraan, persaingan, dan cinta tergambar jelas dalam setiap kata yang dirangkai oleh penulis.

Ada satu kutipan yang menarik di dalam ‘Partitur Dua Musim’ ini.

“Tidak ada manusia yang seutuhnya putih. Aku menerima sisi abu-abu milikmu seandainya itu ada.” –Monique Barnabé.

***

Kelebihan novel ini ada pada gaya penulis dalam melukiskan tempat-tempat yang dikunjungi oleh para tokoh. Selain itu, penggambaran tentang kehidupan musisi pelaku musik klasik yang pas dan ah, dua jempol untuk kisah Scarlet-Elena serta Crimson-Monique. Dua jempol lainnya untuk riset tentang kelainan jiwa bipolar, penyakit asperger dan teori musik klasik yang membuat novel ini kaya akan istilah untuk pembelajaran.

Kelemahan novel ini secara isi hampir tidak ada. Hanya ada beberapa kekurangan dalam masalah editing seperti kurang tanda baca pada kata yang seharusnya diberi tanda hubung. Selain itu penempatan beberapa ilustrasi atau gambar di dalam novel membuat pembaca sedikit berkurang imajinasinya akan sosok si kembar Laroux dan dua tokoh wanita, Elena serta Monique.

At least, empat dari lima bintang memang pantas disematkan untuk novel yang harus ada sekuel keduanya ini. Di akhir cerita penulis masih berhutang akan kelanjutan kisah Scarlet dan Elena di Ceko serta kelanjutan kisah cinta Crimson-Monique yang tak terduga seperti lima ratus ribu dollar Kanada untuk sebuah simponi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s