Resensi – Spring Sonata

Spring Sonata

 

Judul               : Spring Sonata

Genre              : Novel Remaja

Penulis             : Minn

Penerbit           : PING!!!

Tahun Terbit    : 2014

Cetakan           : Cetakan Pertama

Editor              : Ita Novidyaa

ISBN               : 978-602-7968-52-3

***

Penyesalan dan kata maaf pun, tidak akan  mengubah masa lalu.

***

            Matt mengangkat bahu tidak peduli. Ia bangkit dari tempatnya duduk, lalu meraih biolanya. Matt melatih kemampuan biolanya lebih lama ketimbang menggunakan piano. Nada yang tercipta dari getar senar biola selalu menjadi favoritnya. Tapi, sekarang Matt tidak mmainkan Mozar, Beethoven ataupunTcaikovsky yang selalu menjadi kesukaannya.

            Lonely String. Mr. Graig akan menyebutnya begitu.

            Sebuah melodi yang menggambarkan betapa kesepiannya seseorang. Melodi yang tidak emenilik pada betapa egois pemiliknya, tapi betapa rapuhnya ia dalam kesendiriannya.

***

            Matt sendiri diam-diam menelan ludahnya berat. Keputusannya sudah benar. Kata maaf memang tidak bisa mengubah masa lalu dan mengembalikan ibunya. Tapi, memaafkan bisa mengubah masa depan. Ia yakin, ibunya juga berharap demikian. Memaafkan selalu lebih baik daripada menyimpan kebencian seumur hidup. Matt sudah paham. Ia juga sudah lelah menjadikan kebencian sebagai obat penenang. Nyatanya, rasa tenang itu hanya sementara. Setelahnya, ia malah merasa semakin buruk.

***

            Spring Sonata adalah novel yang menceritakan Matt, kesendirian seorang remaja laki-laki dalam menyimpan rasa rindu. Ber-setting di Eropa, tepatnya di kota Praha, membuat apik dan semakin menambah suasana penyuka musik Beethoven.

            Kehidupan Matt yang penuh dengan merindu, terusik dengan kehadiran seekor semut kecil yang tanpa diduga juga hidup dalam kerinduan. Bersama dengan semut kecil yang berisik dan bersuara cempreng itu, Matt belajar bahwa apa yang dilakukan Haans –Ayah Matt- perlahan-lahan dapat ia maafkan.

            Novel ini penuh dengan romansa musik klasik Beethoven dan berhasil membuat saya googling untuk mencari tahu bagaimana sebenarnya Beethoven Haus itu. Penggambaran kota Praha yang menjadi latar belakang yang dominan di dalam novel sedikit kurang. Namun, penggambaran tentang bagaimana Beethoven Haus sudah terlampau untuk membuat kata ‘penasaran’ hinggap.

***

            Di dalam novel ini ada beberapa kutipan yang menjadi favorit karena diksi yang digunakan cukup simpel namun cukup membuat mata tak rela untuk sekedar membacanya dengan cepat. Berikut beberapa kutipan yang menjadi favorit saya.

 “Orang yang jatuh cinta diam-diam, selamanya akan jatuh cinta sendirian.”

“Kalau kata cinta saja tidak cukup membuatmu memiliki seseorang, bagaimana dengan cinta yang tak pernah terkatakan?”

Stuck pada satu cinta adalah tindakan paling bodoh yang pernah ada.”

“Selalu sulit untuk melupakan cinta pertama, Matty. Tapi akan semakin sulit jika cinta itu tidak pernah terkatakan.”

***

            Kelemahan novel ini terdapat pada beberapa masalah editing yang ada, namun tidak mengurangi esensi dari setiap kalimat. Selain itu pada penggunaan bahasa Jerman, belum disisipi dengan footnote sehingga pembaca harus mengartikan beberapa kata atau kalimat itu dulu sebelum mampu memahami arti secara sepenuhnya.

            Kelebihan dari novel ini adalah desain sampul yang lucu. Sesuai dengan melodi Spring Sonata yang ceria yang dipadu dengan warna-warna pastel. Selain itu, ada beberapa halaman yang menggunakan kertas berwarna baby pink yang membuat membaca ‘Spring Sonata’ tidak cepat bosan.

            Over all, dari lima bintang yang ada, novel ‘Spring Sonata’ memangpantas untuk mendapatkan empat bintang,

***

“Terima kasih karena menemukanku.”

“Maaf karena mencariku.”

Spring Sonata (2014).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s