[Resensi] Ground Zero

2752_Ground-Zero-deteens-web

Judul : Ground Zero (A Crime Behind the Shadow)

Genre : Horor

Penulis : Chandra Widayanthi dkk

Penerbit : De TEENs

Tahun Terbit : 2014

Cetakan : Pertama

Harga : Rp. 45.000,-

ISBN : 978-602-279-129-4

***

            Kuletakkan pistol di pinggir wastafel, lalu kugulung lengan kaus yang panjang. Belum sempat kubasuh wajah, kurasakan punggung dingin. Udara berdesir dekat telinga. Aku mengutuki cermin yang di pasang di kamar mandi. Memantulkan seraut wajah kacau yang lelah. Kupandangi kumis yang mulai tumbuh liar. Seharusnya aku ke Kuta untuk berlibur, bukan untuk hal-hal menjemukan. Tiba-tiba serau wajah wanita terpantul di cermin. Aku terkejut. Dengan spontan meraih kembali pistol dan mengacungkan dengan liar ke sekelilingku. Kuatur nafas. Aku tidak percaya bahwa aku merasa takut. Siapa wanita itu? Apa yang ia mau?

***

            Ground Zero adalah novel remaja bergenre horor yang dikemas apik dalam suasana mencekam apabila dibaca seorang diri. Ground Zero menyajikan cerita seram dari berbagai kota di penjuru nusantara. Novel ini ditulis oleh Chandra Widayanthi dan kawan-kawan. Horor yang disajikan begitu mencekam dan terkadang secara tidak sadar akan menengok kiri-kanan begitu selesai membaca pada halaman terakhirnya.

            Berisi 22 cerpen horror yang merupakan pemenang dari lomba #HororKotaNusantara. Judul cerpen di dalamnya adalah Hantu di Ambarukmo Plaza, Malam di Rumah Sakit Kartika, Onggo-Inggi, Pengantin Pasar Bubrah, Jembatan Merah Tak Berdarah, Inggris, Rumah Kos 666, Boneka, Ketika Jarum Pendek Menyentuh Anka XII dan Jarum Panjangnya Menyentuh Angka IIII, Tiyuh Beruyut, Djengkol, Cantik Adalah Luka, Bungaya, Akulah sang Pengantin, Malam Maut di Wentira, Sanur 327, Jarum Ganung, Darah Vietnam di Nusantara, The Curse of the Twins, Perjalanan Malam, Ground Zero, dan satu cerpen karya Reza Nufa berjudul Tikungan 33.

Hantu di Ambarukmo Plaza.

            Bercerita tentang tiga orang sebaya yang hendak menonton film bioskop 21 Amplaz. Cerita dimulai saat Vita dan kedua temannya menonton sebuah film di bioskop 21 pada midnight time. Kemudian muncul keanehan-keanehan yang mengiringi selama mereka berada di dalam bioskop. Cerita berlanjut hingga film selesai diputar dan akhirnya mereka menemukan kenyataan bahwa ada yang tidak beres dengan perempuan berkaos merah yang ditabrak Vita saat ia mengantri tiket film. Pembaca dibawa melesat menuju cerita zaman kerajaan dulu yang menghubungkan antara Vita dan sebuah cincin miliknya yang ternyata mempunyai hubungan dengan hantu berkaos merah tadi.

Cantik Adalah Luka

            Merupakan cerpen dengan kisah pilu seorang gadis berparas cantik yang hidup menderita. Ia dibenci dan dilukai oleh mereka yang iri akan kecantikan yang ia punya. Sampai akhirnya ia yang merupakan anak tunggal harus mati karena melarikan diri dari mereka yang selalu mencaci maki. Sang orangtua yang masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya telah tiada berusaha agar anaknya ynag berparas cantik untuk dapat hidup kembali apapun caranya, termasuk dengan menjilat sandal anak perawan.

Ground Zero

            Ground Zero merupakan sebuah monumen peringatan Bom Bali II yang didirikan di Kuta. Cerpen Ground Zero menceritakan tentang kisah flashback seorang polisi yang melakukan penyelidikan tentang kasus Bom Bali II pada masa itu. Ia merasa pekerjaannya dihantui oleh sesosok perempuan yang tampak di dalam cermin kamar mandi. Lewat sosok perempuan yang bernama Maria tersebut, ia berhasil menghubungi keluarganya yang berada di Selandia Baru untuk mengumpulkan serpihan tubuhnya yng hancur akibat ledakan bom.

Tikungan 33

            Cerpen ini menceritakan tentang sebuah tikungan maut yang berada di kawasan Cadas Pangeran. Cerita berawal dari sebuah percakapan sebuah keluarga tentang kejadian tewasnya seorang remaja di Tikungan 33. Kemudian melompat ke sudut pandang lain, yaitu dengan seorang supir mobil pick up nakal yang memberikan tumpangan kepada seorang gaids yang ia temuka di pinggir jalan. Cerita berlanjut dengan penuh dentuman jantung karena ada beberapa kejutan yang diberikan. Ending-nya, cukup unik karena pembaca diberikan keleluasaan untuk menebak bagaimana seharusnya.

“Hingga lampu mobil menyorot sesuatu yang menggelinding di jalan. Sebuah kepala. Matanya terbuka. Tapi belum jelas milik siapa.”

***

            Novel ini cocok di baca untuk kamu-kamu yang merasa berjiwa super. Super dalam artian berani untuk tidak tengok kanan-kiri. Karena novel ini menuntut keberanian di luar rata-rata. Bahasa yang digunakan begitu mengalir sehingga pembaca seperti diajak menonton film 3D.

            Kelebihan novel ini adalah penggunaan kata-kata yang ringan sehingga enak untuk dibaca. Selain itu, ada beberapa istilah daerah yang disematkan yang mungkin bagi sebagian orang jarang menemukan istilah tersebut. Cover dan pemilihan jenis huruf pada cover pas dan sesuai dengan tema horror yang diangkat. Kelemahan novel ini adalah masih ada beberaoa kesalahan editing, serta jenis tulisan yang terlalu banyak digunakan di dalam novel. Selain itu, ada beberapa bahasa daerah yang tidak disertakan footnote untuk artinya dalam Bahasa Indonesia. Sehingga membuat pembaca sedikit bingung dengan arti bahasa daerah tersebut.

Over all, 4 dari 5 bintang saya berikan untuk Ground Zero.

Selamat membaca!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s