[Resensi] Melodie der Liebe

Melodie der Liebe

Judul : Melodie der Liebe
Genre : Novel Remaja
Penulis : Asmira Fhea
Penerbit : De TEENS
Tahun Terbit : 2014
Cetakan : Cetakan Pertama
Harga : Rp. 38.000,-
ISBN : 978-602-255-490-5

***

Pelan-pelan kakinya terhenti ketika hampir sampai di depan kafe. Jajaran kaca jendela yang menengahi mereka bukanlah menjadi penghalang bagi mata Diana untuk menatap Aimee di sana. Temannya itu, tawa kecil yang kompak dengan seorang lelaki sebagai lawan bicaranya di sana, membuat ingatan Diana akan pendapat teman-teman Indonesianya tergali, sehingga ia berkesimpulan sendiri.
Aimee Verall…, si Prancis cantik yang centil.

***

Paragraf di atas merupakan salah satu paragraf yang paling saya suka.

Kenapa?

Karena di dalam paragraf tersebut tersirat rasa kekecewaan yang saya kira akan berujung pahit. Tebakan saya tak sepenuhnya benar. Memang salah satu tokoh utama yaitu Diana mengalami kekecewaan akan dalam hubungan pertemanan bersama Aimee, namun siapa sangka bahwa tak semuanya rasa kecewa berujung pahit.

Penulis mengisahkan kehidupan Diana Alisya, Aimee Verall, dan Tami Hiromasa dalam teknik yang unik. Perjalanan cinta tiga wanita yang berbeda bangsa ini dikemas dengan latar Negara Jerman dan proses pembuatan film.

Melodie der Liebe.

Judul buku sekaligus judul proyek film yang sama-sama dikerjakan oleh mereka bertiga mempunyai alur cerita seperti meneguk segelas lemonade. Manis, segar dan tanpa melupakan rasa asam yang justru membuatnya semakin menarik untuk dibaca.

Selain Diana, Aimee, dan Tami ada pula Aurich, Geffrey, serta Bill. Meskipun di dalam novel ini Bill dikisahkan secara tidak langsung, namun ketiga karakter tersebut mampu membuat alur cerita semakin ‘nagih’.

Kelemahan novel ini terletak pada masalah editing yang sering saya jumpai di beberapa bab. Cukup kecil memang, namun sedikit mengurangi keindahan mata dalam membaca. 😀 Selain itu terdapat perbedaan nama lengkap salah seorang tokoh di tempat yang berbeda. Aimee Verall tertulis di bagian dalam novel sedangkan Aimee Denova pada bagian cover belakang.

Kelebihan novel ini adalah jalur cerita yang susah di tebak, serta cover yang simpel tapi menarik. Cover didominasi warna krem yang soft dan jenis huruf yang digunakan juga tidak berlebihan.

Pas!

Terakhir, ada sebuah kutipan yang sangat saya sukai.

“Aku sudah memaafkanmu secepat aku mempelajari kesalahanku…”

Selamat membaca! 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s